KENDAL, Lingkarjateng.id – Potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu perhatian DPRD Kabupaten Kendal dalam pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) Tahun Anggaran 2027. Sejumlah sektor dinilai masih dapat dioptimalkan untuk memperkuat pendapatan daerah, termasuk pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan pajak pertambangan galian C.
Hal tersebut mengemuka dalam Rapat Paripurna DPRD Kendal dengan agenda penyampaian jawaban Bupati Kendal atas pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Nota Keuangan RAPBD 2027 pada Selasa, 3 November 2026.
Rapat tersebut dipimpin Wakil Ketua (Waka) DPRD Kendal Bagus Bimo Alit, didampingi Ketua DPRD Mahfud Sodiq dan Wakil Ketua DPRD Teguh Santosa.
Dalam kesempatan tersebut, Bagus Bimo Alit menyampaikan bahwa pandangan umum fraksi-fraksi terhadap Raperda APBD 2027 telah disampaikan dalam rapat paripurna sehari sebelumnya, Senin, 2 November 2026.
“Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa Penyampaian Pandangan Umum Fraksi terhadap Penyampaian Raperda APBD Tahun 2027 telah disampaikan dalam rapat Paripurna pada hari Senin tanggal 2 November 2026,” katanya.
Dalam pembahasan tersebut, Bimo menyoroti peluang peningkatan penerimaan daerah yang dinilai masih perlu digali secara maksimal. Salah satu potensi yang menjadi perhatian adalah keberadaan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang saat ini tengah mengalami perluasan.
Menurutnya, perkembangan kawasan industri dan investasi tersebut perlu diikuti dengan optimalisasi kontribusi terhadap pendapatan Kabupaten Kendal.
Selain sektor KEK, DPRD juga mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan pengawasan dan menggali potensi penerimaan dari pajak pertambangan galian C.
Bimo menilai berbagai sumber pendapatan tersebut perlu menjadi pertimbangan dalam penyusunan RAPBD 2027 agar kapasitas fiskal daerah dapat mendukung kebutuhan pembangunan.
“Dengan berbagai potensi tersebut perlu diperhatikan dalam penyusunan APBD 2027, sehingga peningkatan pendapatan daerah dapat mendukung pembiayaan pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid





























