DEMAK, Lingkarjateng.id – Tower milik Mitratel ambruk menimpa sejumlah rumah warga di Desa Mintreng, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Demak usai diterjang hujan deras disertai angin pada Jumat, 30 Oktober 2026 sore.
Kabid Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Suprapto, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 16.00 WIB, saat wilayah setempat diguyur hujan lebat yang disertai angin kencang.
“Kemarin sore sekitar jam 16.00 telah terjadi hujan lebat disertai angin kencang, sehingga mengakibatkan ambruknya tower milik Mitratel dan menimpa rumah warga,” ujar Suprapto.
Dalam peristiwa tersebut, BPBD Demak memastikan dalam tidak ada korban jiwa. Namun, sejumlah rumah rusak ringan karena tertimpa tower.
“Alhamdulillah untuk korban jiwa tidak ada. Tapi ada dua rumah yang rusak berat dan dua rumah rusak ringan. Namun demikian untuk pemilik rumah dalam kondisi aman dan selamat,” jelasnya.
Salah satu pemilik rumah, Musripah, mengaku sempat mendengar suara berderak dari arah tower sebelum akhirnya roboh. Saat kejadian, dirinya tengah berada di dalam rumah bersama anggota keluarganya.
Menyadari kondisi tersebut, ia segera menyelamatkan anaknya yang berada di luar rumah. Namun, ia tidak menyangka suara tersebut berasal dari tower yang mulai mengalami kerusakan.
Ketika tower akhirnya ambruk, Musripah yang masih berada di dalam rumah langsung berlari menyelamatkan diri. Ia bersama dua anggota keluarganya berhasil keluar rumah sebelum tower menimpa bangunan di sekitarnya.
“Pas azan Asar (hujan deras dan angin kencang). Saya posisi di dalam rumah. Saat itu ada kebocoran. Lha pas angin kencang ada suara kretek-kretek, lalu saya masuk ke kamar, anak ini di luar (kamar). Terus saya tarik saya bawa keluar (rumah). Saya nggak sadar kalau itu tower yang bunyi kretek,” ungkapnya.
“Pas tower ambruk, saya masih didalam rumah, towernya ambruk itu kan sebelah sana (bagian samping). Terus saya lari keluar. Kalau dirumah kemarin itu ada tiga orang lari keluar semua,” lanjutnya.
Melihat hal itu, ia bersama anggota keluarganya lari keluar rumah dan berteduh ke mushola.
“Pas mau ambruk itu suaranya pelan. Itu kan melengkung, bunyinyya kretek-kretek-kretek gitu terus langsung brek gitu. Terus saya lari ke mushola,” ujarnya.
Selain menyebabkan tower ambruk, angin kencang juga mengakibatkan sejumlah pohon tumbang di wilayah Kecamatan Karanganyar.
BPBD Demak mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama hujan lebat yang disertai angin kencang. Warga juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah maupun ketika melintasi jalur yang terdapat banyak pepohonan.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Ulfa
































