PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam berbagai kebutuhan dapur menjadi salah satu cara Ninda, anggota Bank Sampah Gejlik Apik, menghemat pengeluaran rumah tangga. Dengan menanam sendiri, perempuan asal Desa Gejlik, Kecamatan Kajen, Kabupaten Pekalongan, itu mengaku tidak pernah membeli cabai.
Ninda mengatakan, dirinya mulai menanam berbagai jenis tanaman di pekarangan rumah sejak 2021, setelah pandemi Covid-19. Tanaman yang dibudidayakan antara lain cabai, terong, tomat, pare, dan daun bawang.
Ia juga menanam aneka bumbu dapur, seperti serai, daun salam, daun jeruk, lengkuas, kunyit, dan jahe.
“Selain menghemat uang belanja, semenjak saya menanam itu, saya jarang sekali membeli sayuran seperti terong, kacang panjang, atau pare. Terlebih kalau cabai, saya tidak pernah beli,” kata Ninda saat ditemui di Kediamannya, Sabtu, 17 Oktober 2026.
Menurutnya, manfaat menanam cabai sudah dirasakan meskipun jumlah tanaman yang dimiliki tidak banyak. Saat ini, ia memiliki sekitar 15 pohon cabai yang dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur.
Kegemaran menanam tersebut juga tumbuh sejak dirinya bergabung dengan Bank Sampah Gejlik Apik. Melalui kegiatan itu, Ninda memperoleh pengetahuan tentang pemanfaatan limbah dapur sebagai bahan untuk membuat media tanam dan pupuk.
Ia menjelaskan, media tanam yang digunakan merupakan campuran tanah, sekam padi bakar, serta limbah sayuran dari konsumsi sehari-hari yang diolah menjadi pupuk. Dengan memanfaatkan bahan-bahan tersebut, ia dapat mengembangkan tanaman di pekarangan tanpa harus membeli seluruh kebutuhan media tanam.
Ninda berharap, masyarakat mulai memanfaatkan pekarangan rumah untuk menanam tanaman sederhana yang berguna bagi kebutuhan sehari-hari. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak harus dimulai dengan jumlah tanaman yang banyak.
“Saran saya itu mulai dari satu pohon ataupun satu tanaman. Bisa bermanfaat untuk kebutuhan dapur, seperti misalnya tanam satu cabai, satu pohon tomat, satu pohon seledri. Itu sudah cukup membantu,” ujarnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar



























