PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menghadirkan Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services–Scaling Up Intervention (YESS-SI).
Program tersebut memiliki target mencetak 6.000 petani muda di Kabupaten Pekalongan selama tiga tahun. Persiapan pendataan calon penerima manfaat dimulai pada 2026 dan pelatihan direncanakan mulai 1 Januari 2027.
Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) antara Plt. Bupati Pekalongan, Sukirman, dan Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang (Polbangtan Yoma), R. Hermawan, di Ruang Rapat Bupati Pekalongan, Senin, 12 Oktober 2026.
Sukirman mengatakan, kerja sama ini menjadi bagian dari pembangunan pertanian daerah sekaligus mendukung upaya pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan pangan berkelanjutan.
“Tentu ini menjadi bagian yang tak terpisahkan dari pembangunan pertanian di Kabupaten Pekalongan. Kita menjadi satu supporting system bersama untuk mendukung perhatian pemerintah pusat. Masalah ketahanan pangan menjadi konsentrasi penuh Bapak Presiden dan ditindaklanjuti oleh Menteri Pertanian melalui Program YESS-SI,” ujar Sukirman.
Menurutnya, regenerasi petani penting untuk menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Pada 2025, luas panen padi di Kabupaten Pekalongan mencapai 40.923 hektare dengan produksi sekitar 213.561 ton. Sementara itu, lahan yang telah ditetapkan sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) mencapai 17.261,97 hektare.
Di sisi lain, sebagian besar petani saat ini berusia lanjut, sedangkan minat generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian relatif rendah. Kondisi tersebut menjadi genting karena lahan pertanian yang dilindungi berisiko tidak tergarap apabila regenerasi petani tidak berjalan.
“Lahan yang dilindungi terancam tidak tergarap jika tidak ada proses regenerasi. Melalui Program YESS-SI, kita harapkan pemuda desa usia 17–39 tahun termasuk yang putus sekolah, penyandang disabilitas, dan di wilayah terpencil tertarik mengembangkan usaha tani,” tegasnya.
Untuk mendukung pelaksanaan program, Pemkab Pekalongan akan memperkuat koordinasi di tingkat kabupaten, kelembagaan, serta integrasi program ke dalam dokumen perencanaan daerah. Selain itu, membentuk forum multipihak yang melibatkan sektor perbankan, dunia usaha, penyuluh, dan lembaga pendidikan.
Direktur Polbangtan Yoma, R. Hermawan menjelaskan Kabupaten Pekalongan menjadi salah satu daerah yang dipersiapkan sebagai lokasi pelaksanaan YESS-SI berdasarkan hasil kajian yang melibatkan Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Gadjah Mada (UGM).
“Berdasarkan hasil review, telah terpilih empat Kabupaten, yakni Kabupaten Pekalongan, Banyumas, Magelang, dan Gunungkidul. Sementara itu, satu kabupaten tambahan masih dalam tahap seleksi akhir oleh Kepala Badan,” ujarnya.
Secara keseluruhan, program YESS-SI menargetkan penumbuhan 34.000 petani muda. Target tersebut kemudian dijabarkan ke lima kabupaten, dengan Kabupaten Pekalongan memperoleh sasaran 6.000 petani muda selama tiga tahun.
Hermawan menyebut, pendataan Calon Petani dan Calon Lokasi (CPCL) menjadi tahap awal untuk mengidentifikasi calon penerima manfaat. Sasaran program adalah masyarakat berusia 17–39 tahun, termasuk penyandang disabilitas, anak-anak panti, pelajar yang berminat di bidang pertanian, pelaku UMKM, serta kelompok pemuda dan masyarakat yang terdata dalam sektor ketenagakerjaan, pengangguran, dan kemiskinan.
Data dari sejumlah perangkat daerah tersebut akan dikolaborasikan dengan Pemkab Pekalongan untuk menentukan calon penerima manfaat. Program selanjutnya direncanakan mencakup pelatihan, magang, hingga hibah kompetitif bagi peserta yang memenuhi ketentuan.
Hermawan menegaskan, pencapaian target ribuan petani muda tersebut membutuhkan perencanaan matang dan kerja sama antara Polbangtan Yoma dengan pemerintah daerah.
“Nanti kita pikirkan bersama Bapak Plt. Bupati, Bapak Sekda, dan Bapak Kadis, karena target 6.000 petani muda ini tidak mudah. Mulai tahun ini, kita akan melakukan CPCL untuk mendata calon peminat yang ingin menjadi petani muda. Setelah penandatanganan MoU ini, kami akan segera melakukan CPCL. Kegiatannya meliputi pelatihan, magang, dan sebagainya, dengan tahap akhir berupa hibah kompetitif,” katanya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar





























