PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan Sukirman mengapresiasi tradisi selawatan dan pengajian yang masih kuat di tengah masyarakat Kabupaten Pekalongan. Tradisi keagamaan tersebut dinilai menjadi bagian dari kebersamaan warga dalam memohon keberkahan sekaligus mempererat silaturahmi.
Hal itu disampaikan Sukirman saat menghadiri Pengajian Umum Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat di halaman Gedung Serba Guna (GSG) Pringgodani, Desa Wonopringgo, Kecamatan Wonopringgo, Senin, 12 Oktober 2026 malam. Kegiatan tersebut menghadirkan KH Solihin dari Reban, Kabupaten Batang.
Sukirman mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan yang diinisiasi secara mandiri oleh masyarakat bersama kepala desa. Menurutnya, kegiatan semacam ini menunjukkan bahwa tradisi keagamaan masih dekat dengan kehidupan masyarakat Kabupaten Pekalongan.
“Alhamdulillah saya bersyukur tradisi-tradisi selawatan, tradisi-tradisi pengajian masih sangat kental dan dekat dengan kita semua, khususnya di Kabupaten Pekalongan. Apalagi diselenggarakan secara mandiri, dipimpin langsung oleh Pak Kades, untuk kemudian bersama-sama ngalap berkah dari Baginda Rasulullah SAW, juga tentu saja ingin mendapatkan doa dari para kiai. Mugi-mugi mawon langkah kita ini selalu mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu wa ta’ala,” ujarnya.
Selain menjadi ruang kebersamaan dalam kegiatan keagamaan, acara tersebut juga dimanfaatkan Kepala Desa Wonopringgo, Slamet Haryanto, untuk menyampaikan aspirasi warga mengenai perbaikan jalan kabupaten yang mulai mengalami kerusakan.
Menanggapi aspirasi tersebut, Sukirman menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Pekalongan terus berupaya membenahi infrastruktur melalui berbagai program pembangunan. Sejumlah ruas jalan di wilayah Karangdadap, Watusalam, Sragi, Paninggaran, Kedungwuni, hingga Podo telah atau sedang ditangani.
Ia menyebut ruas jalan yang disampaikan Kepala Desa Wonopringgo telah masuk dalam daftar prioritas yang akan diperjuangkan untuk ditangani.
“Mugi-mugi tahun 2026 ini bisa terlaksana. Walaupun tidak terlaksana, insyaallah selambat-lambatnya awal 2027 kita akan mulai proses,” ujarnya.
Sukirman juga meminta dukungan masyarakat agar pemerintah daerah dapat terus mencari sumber pendanaan dan melakukan berbagai terobosan untuk mendukung pembangunan.
“Insyaallah saya tidak pernah akan membebani masyarakat dengan menaikkan pajak, dengan menaikkan tarif retribusi, dan seterusnya, tapi melalui terobosan-terobosan yang lain, jalur-jalur politik yang kami miliki,” katanya.
Sementara itu, Slamet Haryanto menjelaskan, kegiatan Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat berawal pada 2017 dengan nama Festival Nasi Goreng. Saat itu, panitia membagikan 1.000 porsi nasi goreng kepada masyarakat. Jumlahnya meningkat menjadi 3.000 porsi pada 2018.
Kegiatan tersebut sempat terhenti pada 2019–2021 akibat pandemi Covid-19. Pada 2022, acara kembali digelar dengan nama Kampung Nasi Goreng Wonopringgo Bersholawat dan terus memperoleh dukungan serta partisipasi masyarakat hingga tahun ini.
Dalam pelaksanaan tahun ini, sebanyak 1.471 porsi nasi goreng terkumpul untuk dibagikan kepada pengunjung. Sajian tersebut berasal dari partisipasi masyarakat yang turut menyiapkan nasi goreng untuk kegiatan bersama.
“Data terakhir tadi ada 1.471 nasi goreng yang terkumpul yang kita bagikan kepada pengunjung acara ini. Jadi ini masyarakatnya bikin nasi goreng, Pak Plt, dibagikan untuk kegiatan ini,” jelasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Sekar






























