JEPARA, Lingkarjateng.id – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI, Benjamin Paulus Octavianus, mengapresiasi skrining kasus tuberkulosis (TBC) di Kabupaten Jepara yang telah mencapai 107 lokus dari target 161 lokus pada tahun 2026 ini.
“Saya senang bahwa kita melakukan program untuk melakukan skrining ketat terhadap kontak erat TB di Kabupaten Jepara. Ditargetkan 161 titik, tadi sudah berlangsung di 107 titik,” kata Benjamin saat melakukan kunjungan kerja bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus di Kabupaten Jepara, Selasa, 13 Oktober 2026.
Benjamin menilai perluasan skrining, khususnya terhadap orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TBC, menjadi langkah penting untuk mempercepat penemuan kasus dan mencegah keterlambatan penanganan.
Ia menekankan pentingnya evaluasi berkelanjutan agar pelaksanaan skrining mampu meningkatkan penemuan kasus dan memperkuat penanganan TBC.
Evaluasi dalam kunjungan tersebut juga meliputi pelaksanaan program Cek Kesehatan Gratis (CKG), pengembangan layanan puskesmas, hingga rencana revitalisasi RSUD R.A. Kartini.
Selain itu, Benjamin menyebut Jawa Tengah sebagai salah satu provinsi dengan capaian program CKG tertinggi di Indonesia. Menurutnya, program Speling yang diluncurkan Gubernur Jawa Tengah juga menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan dokter spesialis.
Sementara itu, Bupati Jepara, Witiarso Utomo, menyatakan pihaknya berkomitmen mendukung percepatan pemberantasan TBC yang menjadi salah satu prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto.
Menurutnya, upaya penanggulangan TBC di Jepara masih menghadapi tantangan dalam mencapai target penemuan kasus. Dari sasaran 3.000 kasus baru pada 2026, jumlah yang berhasil ditemukan hingga saat ini baru sekitar 1.900 kasus.
“Karena itu, kita terus mendorong percepatan skrining dan penemuan kasus. Kita dukung penuh program Presiden Prabowo yang dalam sektor kesehatan mau memberantas TBC,” ujarnya.
Untuk mempercepat pencapaian target, pihaknya akan meningkatkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat, termasuk kader TBC. Para kader berperan membantu menemukan kasus sekaligus mendampingi warga selama proses penanganan penyakit.
Pihaknya juga merencanakan pemberian insentif sebesar Rp500 ribu per bulan bagi kader TBC mulai November 2026. Namun, pelaksanaannya masih menunggu penerbitan surat keputusan (SK).
“Tadi ada kabar baik juga bahwa kader-kader TB mendapat insentif Rp500 ribu per bulan mulai bulan depan, tergantung SK-nya,” katanya.
Kunjungan kerja tersebut turut dihadiri Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Abdul Wachid, Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jepara.
Agenda diawali dengan pemantauan program CKG yang terintegrasi dengan Spesialis Keliling (Speling) dan Active Case Finding (ACF) di Desa Sukodono. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan deklarasi Desa Siaga TBC di Pendopo R.A. Kartini Jepara.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Muslichul Basid































