JEPARA, Lingkarjateng.id – Beragam produk unggulan desa dari Kabupaten Jepara dipamerkan dalam Gebyar Produk BUMDesa/BUMDesa Bersama dan Produk Unggulan Desa Kabupaten Jepara Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi ruang promosi sekaligus peluang pemasaran bagi pelaku UMKM dan badan usaha desa.
Pameran yang digelar di Alun-alun 1 Jepara tersebut digelar selama tiga hari mulai Jumat hingga Minggu, 18-20 September 2026. Ratusan produk dari 184 BUMDesa, sembilan BUMDesa Bersama, dan pelaku UMKM turut ditampilkan dalam kegiatan tersebut.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, bersama jajaran menyempatkan diri mengunjungi stan peserta. Selain melihat berbagai produk unggulan, Bupati Wiwit juga mencicipi makanan dan memborong dagangan dari sejumlah gerai.
Bupati Wiwit mengatakan bahwa banyaknya peserta yang terlibat mencerminkan besarnya potensi ekonomi desa di Kabupaten Jepara.
“Jumlah ini menunjukkan besarnya potensi sekaligus tanggung jawab yang kita miliki untuk membangun ekosistem ekonomi desa yang semakin kuat,” katanya.
Ia menyampaikan, pelaksanaan Gebyar Produk BUMDes 2026 berjalan sukses dan mendapat antusiasme masyarakat. Kegiatan tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi pelaku UMKM lokal.
“Alhamdulillah berjalan sukses dan ramai. Berlangsung sampai hari Minggu. Bisa meningkatkan ekonomi para UMKM Jepara,” ujarnya.
Menurutnya, produk unggulan desa memiliki peluang untuk menjadi penggerak ekonomi masyarakat. Pameran tersebut diharapkan mampu menarik minat pembeli sekaligus mendorong perputaran uang di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan.
“Potensi sangat besar. Mudah-mudahan di tengah ekonomi yang agak sulit, ini menjadi daya tarik menarik ekonomi masyarakat. Masyarakat bisa membelanjakan uangnya dengan maksimal,” jelasnya.
Bupatu Wiwit juga menekankan pentingnya peningkatan kualitas produk desa dan UMKM. Ia berharap produk yang dihasilkan masyarakat dapat dipasarkan secara berkelanjutan, termasuk melalui berbagai outlet di kawasan pariwisata Jepara.
“Harapannya ditingkatkan kualitasnya dan bisa berpartisipasi untuk pariwisata di Kabupaten Jepara. Sehingga barangnya bisa ditemukan di outlet-outlet yang wisatawan bisa mendapatkan dengan mudah,” tuturnya.
Ia menambahkan, kolaborasi antardesa menjadi bagian penting dalam pengembangan usaha lokal. Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat usaha desa, membuka peluang lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Semoga Gebyar ini menjadi penguat kerja sama antardesa sekaligus mendorong ekonomi lokal. Dari desa, kita bangun usaha yang sehat, lapangan kerja yang lebih luas, dan kesejahteraan masyarakat yang semakin baik,” pungkasnya.
Sementara itu, Direktur BUMDes Bulungan, Sulistiono, menilai pameran produk unggulan desa memberikan manfaat bagi pelaku usaha dalam memperkenalkan hasil produksi mereka kepada masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, BUMDes Bulungan membawa sejumlah produk, seperti olahan jamur, jahe wangi, dan kunir asem. Produk-produk itu diharapkan dapat dikenal lebih luas dan membuka peluang transaksi, baik secara langsung maupun melalui pemesanan.
“Semoga transaksinya juga bagus, baik langsung maupun by order. Pelaku UMKM di desa juga lebih semangat kalau pameran seperti ini sering diadakan,” tandasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Muslichul Basid






























