Blora (lingkarjateng.id) – Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora mencatat 121 kasus baru HIV sepanjang tahun 2026 hingga bulan Agustus. Temuan itu, didominasi pada kelompok usia produktif, yaitu berada pada rentang usia 20-40 tahun.
Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkesda Blora, Anton Suwoto, mengatakan angka tersebut menambah total temuan HIV yang telah tercatat di Blora. “Kasus baru Januari sampai Agustus ada 121,” ujar Anton, Kamis (17/09/2026).
Anton menjelaskan keseluruhan jumlah kasus HIV yang telah ditemukan mencapai 1.324 kasus. Dari jumlah tersebut, 746 orang tercatat menjalani pengobatan. Saat ini terdapat enam ibu hamil yang juga terdeteksi HIV.
“Kalau ibu hamil terdiagnosis HIV akan kami dampingi. Selain mendapatkan pengobatan, proses persalinan dilakukan dengan operasi sesar untuk memutus risiko penularan dari ibu ke bayi,” terang dia.
Anton menuturkan, pengawasan terhadap pasien menjadi salah satu tantangan dalam penanganan HIV. Pengawasan dinilai lebih mudah dilakukan ketika pasien berada dalam lingkungan yang terpantau.
“Kalau di lokasi lebih enak pengawasannya, lebih mudah. Kalau di luar lingkungan pengawasan sulit,” jelasnya.
Di sisi lain, perkembangan tempat hiburan seperti karaoke juga menjadi perhatian dalam upaya pencegahan. Dinkes mengingatkan masyarakat untuk menghindari perilaku seksual berisiko dan menjaga kesetiaan dengan pasangan.
“Kalau sekarang kita tahu karaoke menjamur. Intinya harus setia dengan pasangan,” tandasnya. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian
































