KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, mendorong perempuan memiliki keterampilan produktif agar mampu mandiri secara ekonomi dan turut meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Hal itu disampaikan Bupati Tika saat menghadiri Pelatihan Keterampilan Ekonomi bagi Kelompok Perempuan untuk Meningkatkan Kemandirian dan Kesejahteraan Keluarga di Balai Desa Bulugede, Kecamatan Patebon, Kamis, 17 September 2026.
Kegiatan yang digelar Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah tersebut mengangkat tema “Perempuan Berkarya, Ekonomi Berdaya, Keluarga Sejahtera” yang diikuti 50 perempuan dari wilayah setempat.
Para peserta berasal dari sejumlah kelompok, antara lain perempuan kepala keluarga, perempuan penggerak kelompok, dan perempuan dari kalangan generasi milenial.
Bupati Tika mengatakan penguatan ekonomi menjadi salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya tersebut, menurut dia, perlu berjalan bersama dengan pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, serta perlindungan sosial.
“Bekal keterampilan bagi para perempuan sangat dibutuhkan agar dapat tercapai kemandirian yang dapat menjaga ketahanan ekonomi sehingga kesejahteraan keluarga dapat tercapai,” ujarnya.
Ia menilai perempuan mempunyai posisi penting dalam menopang perekonomian keluarga. Peran tersebut tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan rumah tangga, tetapi juga dapat dikembangkan melalui kegiatan usaha kreatif yang menghasilkan pendapatan.
“Dalam realitas sosial, perempuan tidak hanya berperan sebagai pengelola rumah tangga, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai pelaku usaha kreatif. Namun demikian, masih banyak perempuan desa yang belum memiliki akses terhadap pelatihan keterampilan produktif yang bernilai ekonomi,” tuturnya.
Ia berharap pelatihan berbasis keluarga maupun kelompok usaha perempuan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong lahirnya kelompok usaha yang mampu berdiri secara mandiri.
Menurutnya, pengembangan kemampuan perempuan juga perlu mencakup aspek di luar proses produksi. Pengetahuan mengenai inovasi produk, pengemasan, hingga pemasaran dinilai penting agar hasil usaha memiliki peluang pengembangan yang lebih luas.
“Diharapkan juga terlaksananya pendampingan usaha untuk pemasaran produk dan pengembangan usaha,” katanya.
Ketua Panitia Kegiatan, Sutji Wuryandari, mengatakan pelatihan tersebut diarahkan untuk menambah pengetahuan dan keterampilan perempuan sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan keluarga.
“Tujuan kegiatan ini yang pertama meningkatkan pengetahuan keterampilan bagi kelompok perempuan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga,” jelasnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta juga mendapatkan materi praktik mengolah tempe menjadi produk makanan dengan cita rasa, daya saing, dan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
“Harapannya melalui pelatihan dapat memotivasi para perempuan untuk mulai mengembangkan usaha secara mandiri. Yang kedua, meningkatkan kemampuan pengolahan tempe menjadi makanan yang berdaya saing, bercita rasa, serta bernilai lebih. Ketiga, memotivasi para perempuan untuk menjadi wirausahawan,” tutupnya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Muslichul Basid
































