Blora (lingkarjateng.id) – Kepala SPPG Sukorejo 2, Kecamatan Tunjungan, Ahmad Afif Jaelani Asy’ari mengaku menerima keputusan wakil ketua Badan Gizi Nasional (BGN) Mayjen TNI (Purn.) Trenggono yang mencopot dirinya dalam program makan bergizi gratis (MBG).
Meski demikian, Afif menegaskan siap mengikuti prosedur dan melakukan pembenahan selama masa suspend.
“Saya menerima sesuai apa yang ditetapkan BGN. Saya hanya menjalankan tugas, jadi saya ikhlas,” ujar Afif, Jumat (11/09/2026).
Dia menyebut pencopotan saat ini hanya terhadap kepala dapur. Persoalan kelayakan atau tidak sesuai SOP bakal menjadi bahan introspeksi bersama untuk dilakukan perbaikan.
“Untuk kelayakan itu jadi introspeksi bersama, nanti diperbaiki,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia membeberkan bahwa penempatan tempe di depan toilet hingga penggunaan minyak curah bukan merupakan kebijakan dari dapur SPPG.
Namun semua barang itu milik mitra yang tidak diketahui penggunaannya.
“Saya tegaskan bahan baku dari Sukorejo itu dari mitra, dan dapatnya darimana kita juga tidak tahu,” ujarnya.
Sebelumnya, Wakil Kepala BGN Mayjen TNI (Purn) Trenggono mengatakan, kondisi dapur yang ia lihat, dinilai tidak memenuhi sejumlah ketentuan. Bahkan, banyak standar operasional prosedur (SOP) yang tidak dijalankan.
Atas kondisi tersebut, Trenggono mengatakan kepala SPPG Sukorejo 2 langsung dicopot. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian































