Blora (lingkarjateng.id) – Perkumpulan Penambang Minyak di Desa Soko, Kecamatan Jepon, Blora, terus mencatatkan kinerja yang dinilai berdampak positif pada perekonomian warga setempat.
Pasalnya pihak paguyuban atau perkumpulan penambang mampu mengirimkan minyak mentah ke Pertamina melalui PT Mataram Connection Nusantara. Sehingga masih menyisihkan bagian untuk masyarakat sekitar.
Di bawah kepemimpinan Mardi atau yang akrab disapa Pak Tua, volume penyerahan minyak ke Pertamina kini mencapai 170,439 ton setiap bulan. Angka ini sekaligus menunjukkan betapa besarnya potensi kekayaan yang dikelola dari tanah Desa Soko Kecamatan Jepon Blora.
Ketua Perkumpulan Penambang Minyak Soko, Mardi menjelaskan rincian harga per satuan minyak yang disetorkan. “Untuk harga yang kami terima Rp5.250, Mas. Yang Rp250 itu alokasinya untuk buyer atau pendana,” ujar Mardi, Kamis (10/09/2026).
Dari total hasil penjualan tersebut, paguyuban menyalurkan sebanyak 175 ton, mulai dari pembagian langsung kepada masyarakat, operasional, bagi hasil, hingga penguatan kas organisasi.
Berikut ini rincian alokasi dana pembagiannya.
Bagi Hasil Investor: Rp371.875.000, Pemilik Lahan: Rp133.875.000, Operasional Paguyuban (termasuk tambel 5 ton): Rp100.050.000.
Sementara itu Upah Pekerja Rengkek: Rp52.050.000, Upah Jaga Sumur: Rp52.050.000, Bantuan Sosial: Rp40.000.000, Hibah Desa: Rp36.000.000, Pengisian Kas Paguyuban: Rp25.554.000
Selain itu untuk alokasi Langsung ke Warga ±300 KK @ Rp50.000: Rp17.000.000, Sosial Masyarakat, Pendidikan, & Keagamaan: Rp9.700.000, Lain-Lain: Rp4.500.000, Karang Taruna: Rp2.000.000.
Selain pembagian keuangan, paguyuban juga menyalurkan manfaat melalui perbaikan fasilitas umum dan infrastruktur desa. Upaya ini dilakukan agar keberadaan kegiatan penambangan tidak hanya memberi keuntungan sesaat, tetapi juga meningkatkan kenyamanan dan keselamatan warga sehari-hari.
“Kami juga sudah memasang penerangan tenaga surya sebanyak 10 titik. Rencananya dalam waktu dekat kami akan membuat jalan paving ke arah lokasi tambang,” terang Mardi.
Melalui pola pengelolaan ini, diharapkan kehadiran paguyuban dapat semakin memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Desa Soko, sekaligus menjaga hubungan kerja sama yang harmonis antara pekerja, pemangku kepentingan, dan pihak Pertamina. ***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Adi Arfian































