BATANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Batang menyiapkan Kecamatan Gringsing sebagai kota baru yang ditargetkan mampu menopang pertumbuhan industri, terutama setelah beroperasinya Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, mengatakan konsep pengembangan Gringsing tidak sekadar membangun permukiman. Menurutnya, kawasan tersebut dirancang sebagai kota mandiri yang memiliki berbagai fasilitas untuk menunjang aktivitas masyarakat dan perkembangan industri.
“Intinya adalah kami menargetkan ke depan Kecamatan Gringsing ini menjadi kota baru,” katanya, Senin, 7 September 2026.
Rencana tersebut telah dituangkan Pemkab Batang dalam konsep dan rencana induk yang kemudian diajukan kepada pemerintah pusat. Faiz menyebut Kementerian Pekerjaan Umum (PU) memberikan respons positif terhadap usulan tersebut.
“Ya, respons dari Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terhadap usulan ini dinilai positif. Kita diminta untuk segera menyiapkan DED-nya, kemudian RPIK-nya, sampai master plan-nya,” katanya.
Menurut Faiz, sejumlah dokumen teknis tersebut diperlukan sebagai dasar pemerintah pusat untuk menentukan bentuk dukungan terhadap pembangunan Kota Baru Gringsing.
Dalam rancangan awal, kawasan itu akan dilengkapi ruang terbuka hijau, pasar, terminal, serta sejumlah infrastruktur publik lainnya. Pengembangannya juga memiliki keterkaitan dengan arah kebijakan pembangunan nasional.
Kabupaten Batang masuk dalam daftar 50 kota prioritas nasional dalam RPJMN 2025-2029 dengan kategori kota industri. Selain itu, Gringsing berada dalam wilayah KEK Industropolis Batang yang merupakan transformasi dari Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang.
“Selain itu, lokasi Gringsing yang masuk dalam wilayah KEK Industropolis Batang yang merupakan transformasi dari Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang menambah nilai strategis kawasan ini sebagai penyangga aktivitas industri,” katanya.
Pemkab Batang menargetkan pembangunan kawasan perkotaan baru tersebut dapat dituntaskan pada 2029, mengikuti periode RPJMN 2025-2029.
Untuk tahap awal, Faiz menyebut pemerintah daerah juga tengah mengusulkan anggaran sekitar Rp100 miliar pada tahun mendatang. Dana tersebut rencananya digunakan untuk membangun infrastruktur dasar, salah satunya jalan.
“Saat ini, pemerintah daerah juga tengah mengusulkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk penataan awal kawasan di tahun mendatang, yang akan difokuskan pada pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan,” katanya.
Sumber: Humas Pemkab Batang
Editor: Muslichul Basid































