PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten Pekalongan memetakan kesiapan pembinaan olahraga menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026.
Pelaksana tugas Bupati Pekalongan, Sukirman, mengatakan pemerintah memberikan perhatian untuk penguatan olahraga menghadapai agenda Porprov Jateng. Salah satunya pembaruan kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia.
Sukirman berharap pengurus KONI yang baru segera konsolidasi dengan seluruh cabang olahraga untuk mengetahui perkembangan persiapan menghadapi Porprov.
“KONI kan hari ini sudah kepengurusan baru. Kemarin baru saja dilantik oleh Pak Sekda juga. Kemudian, sebentar lagi kita sedang menghadapi Porprov di bulan November,” ujarnya usai rapat paripurna, Senin, 7 September 2026.
Pemerintah telah meminta laporan perkembangan persiapan hingga progres masing-masing cabang olahraga yang akan bertanding. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi bahan untuk menentukan langkah pembinaan selanjutnya.
Sukirman juga menyoroti kompetisi Popda Jateng 2026 dimana kontingen Pekalongan mampu menunjukkan prestasi yang lebih baik dari sebelumnya.
“Kemarin pelajar kita juga sudah mengikuti Popda. Karena ini wilayah dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, mereka mengikuti POPDA dan rankingnya juga ada kenaikan,” katanya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga Dan Pariwisata (Dinporapar), Mores Irson Kubela, mengatakan kontingen Pekalongan mengikuti 13 cabang olahraga pada Popda Jateng 2026.
Para atlet berhasil meraih 4 medali emas, 6 perak, dan 3 perunggu. Perolehan tersebut menempatkan Kabupaten Pekalongan di peringkat ke-27 dari 35 kabupaten/kota.
“Dari hasil tersebut, dibandingkan dengan tahun lalu ada perubahan yang sangat luar biasa. Peningkatannya sangat luar biasa, karena tahun lalu kita berada di peringkat 32, kemudian tahun ini berubah posisinya menjadi 27,” jelasnya.
Mores memastikan penghargaan diberikan kepada atlet yang berprestasi di tingkat karesidenan dan provinsi juga yang berlaga di PEPARPEDA (kategori Disabilitas).
“Nanti akan ada pemberian penghargaan kepada atlet, tidak hanya untuk Popda, tetapi juga untuk yang Porprov. Kita sesuaikan dengan perda. Nanti ada standar indeks yang kita gunakan,” ujarnya.
Ke depan, Dinporapar akan melanjutkan pembinaan prestasi olahraga, khususnya bagi atlet pelajar. Pembinaan tersebut akan dilakukan dengan melibatkan KONI Kabupaten Pekalongan.
“Dengan begitu perhatiannya Pak Plt. Bupati terhadap peningkatan prestasi olahraga, kami akan melakukan pembinaan-pembinaan lanjutan dengan melibatkan rekan-rekan dari KONI terhadap pembinaan prestasi pelajar Kabupaten Pekalongan,” pungkasnya.
Adapun medali emas diraih dari cabang atletik nomor lempar lembing SMA Putra, tinju kelas Minimum Weight SMA 46–48 Kg Putra, panahan nomor Recurve Total Sesi SMP Putra, serta dayung nomor SUP 200 M Putra.
Sementara enam medali perak didapatkan cabor atletik lompat tinggi SMA Putra, tenis meja tunggal putra SMA, pencak silat kelas D Putri 39–42 Kg SMP, panahan Recurve Eliminasi Individu SMP Putra, taekwondo Under 42 Kg SD Putra, dan dayung SUP 500 M Putra.
Tiga medali perunggu berasal dari pencak silat kelas A Putra 39–43 Kg SMA, tinju kelas LightMiddleweight SMA 67–71 Kg Putra, serta senam bola ritmik SD.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Ulfa






























