Batang (lingkarjateng.id) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Batang diharapkan menjadi garda terdepan dalam upaya menjaga kerukunan antar umat beragama.
Ketua FKUB Batang Subkhi menegaskan, tiap umat beragama di mata negara dan hukum memiliki hak yang sama, sehingga tidak diperkenankan untuk saling merendahkan.
“Di mata Tuhan pun sama, yang paling mulia adalah dari kadar ketaqwaannya,” ujarnya usai Sarasehan dan Dialog, di Aula Kantor Bupati Batang, Kabupaten Batang, Minggu (6/9).
Sementara itu, Wakil Bupati Batang Suyono mengharapkan keberadaan FKUB menjadi duta perdamaian yang mampu menyampaikan pesan-pesan menyejukkan kepada masyarakat.
Bukan malah sebaliknya yang mengabarkan informasi negatif hingga membuat masyarakat tersulut emosinya.
“Tugas duta perdamaian ini ikut menjelaskan sebuah kebenaran di tengah-tengah masyarakat, bukan menyampaikan kabar yang justru menimbulkan konflik berkepanjangan,” kata Suyono.
Turut hadir dalam acara Sarasehan Dialogis yang diselenggarakan FKUB, Kapolresta Batang Kombes Pol Warsono. Ia mengapresiasi kegiatan tersebut karena merupakan mitra Polri untuk mewujudkan Kamtibmas di wilayah hukum Polresta Batang.
Salah satu upaya yang diintensifkan yakni dengan mengoptimalkan Kampung Kerukunan yang telah diinisiasi oleh FKUB, agar kolaborasi dengan Polresta makin dirasakan dampaknya bagi masyarakat.
“Kalau di suatu tempat sudah dibentuk jadi Kampung Kerukunan, tinggal diadopsi dan dikembangkan di wilayah lain, agar kebermanfaatannya dirasakan seluruh warga,” Kombes Pol. Warsono.
Dari sisi pendampingan, lanjut Warsono, Polresta juga berupaya mengawal generasi z dalam berinteraksi secara digital. Hal ini dikarenakan ancaman bahaya generasi yang terdoktrin oleh satu algoritma yang rawan muncul dalam media sosial.
“Dengan terlalu seringnya melihat suatu algoritma, secara lambat laun akan terdoktrin hingga akhirnya melahirkan satu persepsi dan tidak mau mendengar pendapat orang lain. Maka perlu digelorakan kembali budaya tepo seliro yang sudah diajarkan leluhur,” pungkasnya.***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Adi Arfian





























