Pekalongan (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menyerahkan 37 unit alat dan mesin pertanian (alsintan) serta meluncurkan penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) berupa beras bagi 123.438 penerima manfaat, Kamis (20/8/2026).
Langkah ini bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di tengah tantangan cuaca dan kenaikan harga sarana produksi.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Pekalongan, Yudhi Himawan, mengatakan target produksi pangan 2026 cukup ambisius, padi 222.221 ton, jagung 12.600 ton, dan tebu 115.903 ton.
Bantuan alsintan dari Kementerian Pertanian diharapkan menjadi pendorong pencapaian target tersebut. “Target ini tentu tidak ringan. Penyerahan bantuan ini diharapkan dapat menjadi pendorong untuk peningkatan produksi sekaligus kesejahteraan petani,” ujar Yudhi.
Adapun beberapa Alsintan yang diserahkan meliputi 7 combine harvester, 1 pompa air, 20 traktor roda dua, 5 traktor crawler, dan 4 traktor roda empat. Selain itu, diserahkan pula benih bawang putih untuk Petungkriyono, alat pascapanen kopi untuk Lebakbarang, bibit tebu.
Serta bantuan ternak kambing, sapi, ayam ras petelur, benih padi, serta gudang tembakau dan pendukungnya untuk Paninggaran dan Kandangserang.
Yudhi menegaskan seluruh bantuan wajib dimanfaatkan secara optimal dan dilarang dijual maupun dipindahtangankan. “Pesan kami, agar alat-alat ini digunakan sebaik mungkin untuk membantu proses produksi. Tidak melanggar aturan, tidak diperjualbelikan maupun dipindahtangankan ke pihak lain,” tegasnya.
Dalam kesempatan itu juga diluncurkan penyaluran CPP beras 10 kg/bulan per penerima selama tiga bulan (Juli–September 2026), total 3.703.140 kg beras. Penyaluran perdana dilakukan di Kecamatan Sragi.
Yudhi menjelaskan penyerahan bantuan ini merupakan wujud kolaborasi pemerintah pusat, provinsi, dan daerah, termasuk sinergi dengan Forkopimda.
“Harapannya tentu saja dari kami pemerintah daerah, juga termasuk pemerintah pusat, ingin mensuport program ketahanan pangan di tingkat daerah, di tingkat Kabupaten Pekalongan, sehingga ending-nya adalah kesejahteraan untuk para petani,” tandasnya.
“Kami berharap, seluruh bantuan yang telah diberikan dapat digunakan secara optimal sehingga mampu membantu meringankan pekerjaan petani, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. ***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Redaksi





























