KUDUS, Lingkarjateng.id – Sebanyak 80 satuan pendidikan di Kabupaten Kudus menerima bantuan revitalisasi bangunan pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI. Program tersebut mencakup sekolah pada jenjang PAUD hingga SMP.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan bantuan tersebut diarahkan untuk memperbaiki fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan sekaligus menunjang peningkatan kualitas pembelajaran.
“Program tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat perbaikan sarana dan prasarana sekolah yang mengalami kerusakan, sekaligus mendukung peningkatan mutu pendidikan,” kata Anggun saat meninjau revitalisasi bangunan SDN 1 Getassrabi, Kecamatan Gebog, di Kudus, Selasa, 18 Agustus 2026.
Dari total penerima, 55 merupakan sekolah dasar (SD), 17 taman kanak-kanak (TK), lima SMP, serta masing-masing satu TPA, kelompok bermain (KB), dan PAUD.
Menurut Anggun, 50 sekolah telah menyelesaikan perjanjian kerja sama (PKS) untuk pelaksanaan revitalisasi. Sementara 30 sekolah lainnya masih mengikuti bimbingan teknis dan menyiapkan dokumen kerja sama.
Sebanyak 24 sekolah kini telah memasuki tahap pengerjaan fisik. Pelaksanaan di sekolah lain akan dilakukan setelah seluruh persyaratan administrasi dan persiapan teknis rampung.
Pekerjaan revitalisasi dilakukan secara swakelola dengan pengawasan konsultan perorangan dan fasilitator dari Kemendikdasmen. Pengawasan mencakup kesesuaian progres, volume pekerjaan, serta mutu bangunan berdasarkan rencana anggaran biaya (RAB).
Salah satu sekolah yang telah memulai pengerjaan adalah SDN 1 Getassrabi, Kecamatan Gebog. Sekolah tersebut mulai direvitalisasi sejak Juli 2026 dengan capaian pekerjaan lebih dari 30 persen dan ditargetkan rampung pada Oktober mendatang.
“Pelaksanaan pembangunan dilakukan secara swakelola. Salah satu SD yang mulai melaksanakan kegiatan rehab, yakni SDN 1 Getassrabi mulai bulan Juli 2026 dan progres pekerjaan sudah mencapai 30 persen lebih. Target selesai bulan Oktober 2026,” ujarnya.
Anggun menambahkan, skema swakelola memungkinkan adanya penyesuaian RAB apabila kondisi bangunan di lapangan berbeda dengan perencanaan awal. Salah satunya terjadi di SDN 1 Getassrabi yang membutuhkan perbaikan tembok sehingga komposisi pekerjaan pengadaan genteng ikut disesuaikan.
Ia menjelaskan perubahan tersebut tetap melalui proses perencanaan dan disampaikan kepada pihak pelaksana. Dalam kasus SDN 1 Getassrabi, seluruh genteng akhirnya diganti baru meskipun kebutuhan tersebut tidak tercantum dalam perencanaan awal.
Kepala SDN 1 Getassrabi, Hermiawati, mengatakan sekolahnya memperoleh bantuan revitalisasi senilai Rp1,28 miliar untuk sembilan ruangan.
Pekerjaan mencakup enam ruang kelas, ruang guru, perpustakaan, dan UKS. Penataan lingkungan melalui pembangunan pagar juga masuk dalam program, tetapi pengerjaannya belum dimulai.
Seluruh ruang kelas dari kelas 1 hingga kelas 6 menjadi bagian dari revitalisasi. Pihak sekolah berharap perbaikan tersebut dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa dan guru.
“Baru kali ini dapat bantuan rehab. Tahun 2023 kami hanya mendapatkan bantuan laboratorium TIK,” ujarnya.
Saat ini, SDN 1 Getassrabi memiliki sekitar 70 siswa serta 15 peserta program pra-SD. Selama proses pembangunan berlangsung, kegiatan belajar mengajar disesuaikan dengan ketersediaan ruangan.
Setelah seluruh pekerjaan rampung, sekolah menargetkan siswa dapat kembali menggunakan ruang kelas yang telah diperbaiki dengan kondisi bangunan yang lebih layak.
Jurnalis: Ant
Editor: Rosyid































