SALATIGA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Salatiga resmi memulai uji coba sistem pembayaran parkir elektronik sebagai upaya mempercepat digitalisasi layanan publik sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Peluncuran uji coba dilakukan Wali Kota Salatiga Robby Hernawan di Jalan Monginsidi, Senin, 27 Juli 2026.
Robby mengatakan digitalisasi sistem parkir merupakan salah satu strategi pemerintah daerah untuk menghadirkan layanan publik yang lebih modern, transparan, dan akuntabel.
Selain meningkatkan kualitas pelayanan, penerapan pembayaran retribusi secara non-tunai juga diharapkan mampu memaksimalkan penerimaan daerah.
“Melalui penerapan pembayaran non-tunai pada retribusi pelayanan parkir, kami mendorong percepatan digitalisasi daerah guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah,” ujarnya.
Menurutnya, sistem parkir elektronik memberikan berbagai manfaat bagi masyarakat, mulai dari kemudahan bertransaksi, kepastian tarif parkir, hingga keamanan pembayaran..
Ia mengajak masyarakat untuk mulai membiasakan penggunaan transaksi non-tunai dalam berbagai layanan publik sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi.
“Melalui semangat kolaborasi, mari bersama-sama mewujudkan Salatiga Smart City yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Salatiga Guntur Junanto menjelaskan, tahap awal uji coba sistem pembayaran parkir elektronik dilaksanakan di Jalan Monginsidi dan Jalan Sukowati, tepatnya mulai Simpang Tiga Reksa hingga Simpang Empat Surabaya Motor.
Selama Agustus hingga September 2026, Dinas Perhubungan akan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan uji coba.
Jika hasilnya sesuai harapan, implementasi sistem parkir elektronik akan diperluas pada Oktober 2026 ke sedikitnya 20 titik parkir di kawasan Jalan Sukowati dan Jalan Jenderal Sudirman.
Pihaknya menargetkan pada awal 2027 sistem E-Parkir telah diterapkan di sekitar 120 titik parkir di berbagai wilayah kota.
“Ke depan, metode pembayaran juga akan terus dikembangkan melalui penggunaan uang elektronik (e-money), QRIS, hingga skema parkir berlangganan atau voucher,” katanya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Rosyid




























