JEPARA, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara meningkatkan anggaran pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan menjadi Rp210,32 miliar pada 2026. Peningkatan anggaran tersebut disiapkan untuk mempercepat pemerataan pembangunan serta meningkatkan kualitas infrastruktur di berbagai wilayah, termasuk Kepulauan Karimunjawa.
Selain menaikkan anggaran, Pemkab Jepara juga berencana mengajukan pinjaman daerah yang akan difokuskan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur jalan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara, Hery Yulianto, mengatakan pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah karena berpengaruh terhadap mobilitas masyarakat, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan pembangunan.
Hery menjelaskan, anggaran bidang jalan dan jembatan terus mengalami perubahan dalam lima tahun terakhir. Pada 2021, anggaran tercatat sebesar Rp73,39 miliar, meningkat menjadi Rp99,32 miliar pada 2022, kemudian Rp88,20 miliar pada 2023.
Anggaran sempat turun menjadi Rp63,12 miliar pada 2024 sebelum melonjak menjadi Rp156,69 miliar pada 2025 dan kembali meningkat menjadi Rp210,32 miliar pada 2026.
“Peningkatan anggaran itu tidak hanya difokuskan untuk pembangunan jalan baru, tetapi juga pemeliharaan berkala guna menjaga kondisi jalan tetap mantap,” katanya.
Pada 2025, pemerintah mengalokasikan Rp76,7 miliar untuk pemeliharaan berkala, Rp51,09 miliar bagi pembangunan jalan, serta Rp15,19 miliar untuk pemeliharaan rutin.
Sementara pada 2026, porsi terbesar anggaran dialokasikan untuk pemeliharaan berkala jalan sebesar Rp168,04 miliar. Selain itu, Rp24,08 miliar digunakan untuk pembangunan jalan, Rp9 miliar untuk rehabilitasi jembatan, serta penyusunan perencanaan teknis dan kegiatan pendukung lainnya.
“Melalui anggaran ini sebanyak 52 ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Jepara akan mendapatkan penanganan, termasuk ruas di wilayah Kepulauan Karimunjawa. Salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah peningkatan Jalan Kemujan-Batulawang di Karimunjawa sepanjang 2.234 meter dengan lebar antara 4 hingga 4,5 meter guna mendukung aksesibilitas kawasan wisata,” ujarnya.
Selain proyek di Karimunjawa, pemerintah juga mulai merealisasikan perbaikan Jalan Damarwulan-Tempur. Penanganan meliputi ruas Damarwulan-Dodol, Dodol-Kajang, Kajang-Kaliombo, Kaliombo-Tempur, hingga Duplak-Tempur dengan total anggaran Rp4,9 miliar.
“Sejumlah ruas jalan menggunakan konstruksi beton terutama pada ruas dengan volume kendaraan tinggi,” terangnya.
Hery menegaskan peningkatan anggaran selama lima tahun terakhir mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur jalan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
“Peningkatan anggaran ini menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan menjadi salah satu prioritas Pemkab Jepara, sehingga akan memberikan manfaat yang luas bagi mobilitas warga, pertumbuhan ekonomi, hingga pemerataan pembangunan,” ujar Hery.
Ia menambahkan, besarnya anggaran tersebut harus diimbangi dengan pelaksanaan pekerjaan yang berkualitas, tepat waktu, dan sesuai standar teknis.
“Harapan kami, setiap rupiah yang dibelanjakan benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Infrastruktur yang baik akan memperlancar mobilitas, mendukung sektor industri dan pariwisata, serta meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan,” pungkasnya.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid




























