KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, menyambut kedatangan 824 mahasiswa Universitas Semarang (USM) yang diterjunkan dalam program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) XXVIII Tahun 2026 di Kabupaten Kendal.
Penerimaan mahasiswa KKN USM berlangsung di Pendopo Tumenggung Bahurekso Setda Kendal pada Selasa, 7 Juli 2026.
Ratusan mahasiswa tersebut akan menjalankan program pengabdian masyarakat selama lebih dari satu bulan di sejumlah desa yang berada di Kecamatan Kendal dan Kecamatan Brangsong.
Bupati Kendal yang akrab disapa Tika menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Universitas Semarang yang kembali memilih Kendal sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Kendal, kami mengucapkan selamat datang kepada seluruh jajaran Universitas Semarang dan para mahasiswa KKN. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kendal sebagai lokasi pengabdian masyarakat,” ujarnya.
Tika mengatakan, sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memiliki peran penting dalam mempercepat pembangunan. Melalui kegiatan KKN, mahasiswa juga dapat memperoleh pengalaman langsung dalam memahami persoalan dan potensi yang ada di masyarakat.
Selama pelaksanaan KKN, para mahasiswa akan terlibat dalam berbagai program pemberdayaan yang berkaitan dengan sektor ekonomi, sosial, pendidikan, kesehatan, hingga upaya penanganan stunting.
KKN PPM XXVIII USM tahun ini mengusung tema “Integrasi Peningkatan Perekonomian Masyarakat dan Mitigasi Bencana Berbasis Pemberdayaan Masyarakat”.
Program tersebut berfokus pada dua bidang utama, yakni lingkungan dan mitigasi bencana serta pengembangan ekonomi kreatif dan penguatan UMKM.
Menurut Tika, tema yang diangkat mahasiswa tersebut sejalan dengan kebutuhan pembangunan di Kabupaten Kendal.
Ia berharap program yang dijalankan dapat menyesuaikan karakteristik dan potensi masing-masing desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain menjalankan program kerja, Tika juga mengingatkan mahasiswa agar mampu membangun hubungan yang baik dengan warga selama berada di lokasi KKN. Mahasiswa diminta menghargai budaya setempat, menjaga sikap, serta menjalin koordinasi dengan pemerintah desa maupun kecamatan.
“Mahasiswa harus mampu berbaur dengan masyarakat, menghormati budaya lokal, menjaga nama baik almamater, serta menghadirkan program-program yang benar-benar memberikan manfaat bagi warga,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan KKN tidak hanya menjadi bagian dari proses pembelajaran akademik, tetapi juga menjadi wadah bagi mahasiswa untuk meningkatkan kepedulian sosial, kemampuan menyelesaikan persoalan di lapangan, serta memperkuat kerja sama antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah.
Melalui program pengabdian tersebut, Tika berharap muncul berbagai inovasi yang mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat desa, penguatan UMKM, peningkatan kesadaran mitigasi bencana, serta mendukung program pembangunan daerah.
Ia optimis kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat melalui KKN dapat memperkuat pembangunan desa sekaligus memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu yang diperoleh selama masa perkuliahan.
Jurnalis: Elza Nur Fauziah
Editor: Rosyid




























