KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Kelautan dan Pangan (DKP) Kendal menggandeng karang taruna menyelenggarakan pelatihan budi daya ikan dalam ember (budikdamber) di Aula Kecamatan Rowosari, Selasa 7 Juli 2026.
Kepala DKP Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, mengatakan pelatihan budi daya ikan ini untuk mendukung program ketahanan pangan desa. Peserta dibekali pengetahuan dan praktik budi daya lele dalam ember sebagai solusi budi daya ikan di lahan sempit.
Hudi berharap pelatihan ini dapat melahirkan pelopor budikdamber di tingkat desa dan menularkan ilmu ke masyarakat.
“Kami berharap teman-teman Karang Taruna dari berbagai desa di Rowosari, Cepiring, dan Weleri bisa menjadi pionir budidaya ikan dalam ember di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.
Di sisi lain budikamber juga untuk mendorong peningkatan konsumsi ikan untuk meminimalkan kasus stunting.
Menurutnya budi daya lele dalam ember lebih praktis karena tidak membutuhkan lahan luas, biaya besar, maupun perawatan yang rumit.
“Harapannya masyarakat, khususnya generasi muda, semakin tertarik membudidayakan ikan karena modalnya relatif kecil, mudah dilakukan, dan hasilnya bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun menambah penghasilan,” terangnya.
Sementara itu, Ketua Karang Taruna Kabupaten Kendal, Nattaya Kenenza, menegaskan bahwa budikdamber sekaligus menjadi langkah nyata pemuda dalam mendukung ketahanan pangan nasional.
“Pemuda sering disebut agen perubahan. Tapi perubahan tidak selalu lahir dari hal-hal besar. Kadang perubahan dimulai dari satu ember, beberapa ekor benih lele, dan sedikit kangkung di atasnya. Yang membedakan agen perubahan dengan yang hanya berbicara adalah keberanian untuk memulai. Dan hari ini kita memulainya,” ungkap Nattaya.
Nattaya berpesan agar seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius dan tidak berhenti sebatas kegiatan seremonial. Ia berharap setiap peserta benar-benar menerapkan ilmu yang diperoleh hingga berhasil memanen hasil budidayanya.
“Jangan sampai ramai saat pelatihan, tetapi embernya nanti hanya menjadi penampung air hujan. Keberlanjutan adalah ukuran keberhasilan yang sesungguhnya,” tegasnya.
Ia pun mengajak para pemuda Karang Taruna menjadi contoh bagi masyarakat melalui kegiatan-kegiatan produktif serta terus mengembangkan berbagai program di bidang perikanan dan ketahanan pangan agar semakin banyak pemuda di desa dan kelurahan yang terlibat.
“Saya ingin Karang Taruna Kendal terus mengembangkan program-program perikanan dan ketahanan pangan lainnya yang lebih luas, lebih kreatif, serta melibatkan lebih banyak pemuda di setiap kelurahan dan desa,” pungkasnya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa




























