Blora (lingkarjateng.id) – Bantuan provinsi (Banprov) untuk tiga embung di Kabupaten Blora, hingga saat ini belum mendapatkan kepastian realisasi.
Kabid SDA DPUPR Blora, Surat, mengatakan tahapan rencana kerja operasional (RKO) sudah diajukan ke pemerintah provinsi (Pemprov) Jawa Tengah.
Namun hingga saat ini belum ada informasi detail persetujuan terkait hal tersebut.
“Belum ada kepastian untuk pelaksanaannya dari Provinsi,” ujar Surat, Senin (29/06/2026).
Terkait isu gagalnya banprov tiga embung yang bakal dibangun, pihaknya belum dapat menyampaikan. Pasalnya dari provinsi belum mengeluarkan informasi resmi terkait hal tersebut.
“Belum ada informasi resmi. (informasi terakhir) juga belum ada,” tambahnya.
Diketahui tiga embung yang akan dibangun oleh Pemprov tersebut menelan anggaran sekitar Rp9 miliar dari APBD Provinsi Jawa Tengah.
Selanjutnya embung itu nantinya berada di Desa Temulus, dan Desa Wulung Kecamatan Randublatung. Lalu di Desa Adirejo, Kecamatan Tunjungan.
Lebih lanjut, Embung Temulus diharapkan mampu mengairi 140 Hektare sawah, selanjutnya Embung Wulung mengairi 31 hektare, dan terakhir Embung Adirejo 20 hektare sawah.
Sebagai informasi, saat ini DPUPR Blora mencatat terdapat 78 embung. Jumlah itu dibagi tiga kewenangan yaitu BBWS Pemali Juana, DPUPR Provinsi Jawa Tengah dan DPUPR Kabupaten Blora.
Lebih lanjut, hingga saat ini masih banyak daerah/kecamatan di Kabupaten Blora yang membutuhkan embung, guna mendukung ketahanan air di suatu daerah.
Bahkan, di Kecamatan Jati masih dinilai kekurangan embung, meskipun di sana sudah ada embung sebagai sarana prasarana pertanian.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian






























