Blora (lingkarjateng.id) – Bupati Blora Arief Rohman menilai pengelolaan sumur minyak tua oleh PT Blora Patra Energi (BPE) memberikan kontribusi nyata terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Bahkan, dari sumbangsih tersebut sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di wilayah setempat. Dari catatan sepanjang tahun 2025, pendapatan pengelolaan sumur minyak tua mencapai Rp24,3 miliar.
“Pengelolaan sumur minyak tua telah memberikan kontribusi terhadap PAD Blora. Melalui PT BPE, setiap tahun mampu memberikan dividen yang menjadi PAD Kabupaten Blora,” kata Bupati Arief Rohman, Kamis (21/05/2026).
Menurut dia, keberadaan pengelolaan sumur tua tidak hanya berdampak pada sektor energi, tetapi juga membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat di sekitar kawasan tambang minyak rakyat.
Arief menyebut pertumbuhan ekonomi Kabupaten Blora pada 2025 meningkat menjadi sekitar 5,4 persen dibanding tahun sebelumnya, yang turut ditopang sektor pangan dan minyak dan gas (migas).
Untuk menjaga keberlanjutan produksi minyak sumur tua, sambung Bupati Blora, PT BPE juga mengalokasikan anggaran untuk program well service atau pemeliharaan sumur, serta penggunaan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.
“Melalui PT BPE juga dialokasikan anggaran untuk well service atau pemeliharaan sumur dan penggunaan teknologi yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Ia mengungkapkan kolaborasi antara PT BPE, Pemerintah Kabupaten Blora, Pertamina, dan masyarakat selama ini berjalan baik sehingga pengelolaan sumur tua tetap kondusif tanpa gejolak sosial.
“Kolaborasi PT BPE, Pemkab Blora, Pertamina, dan masyarakat terjalin dengan baik, terbukti tidak adanya gejolak di masyarakat,” ungkapnya.
Ke depan, Pemkab Blora juga berupaya mengaktifkan kembali sumur-sumur tua potensial guna meningkatkan produksi minyak daerah.
Arief berharap pengelolaan sumur tua dapat terus menyerap tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta memperkuat PAD Kabupaten Blora.
Sebagai informasi, PT BPE Blora mencatat pendapatan dari sumur minyak tua di Kabupaten Blora sepanjang 2025 mencapai 24,3 miliar. Angka tersebut mampu menyumbang sekitar Rp891 juta ke Pemkab Blora sebagai Dividen tahunan.
Direktur Utama PT BPE, Giri Nur Baskoro, menyebutkan pendapatan tersebut berasal dari produksi minyak di Lapangan Ledok, Kecamatan Sambong, dan Lapangan Semanggi, Kecamatan Jepon.
Selama 2025, jumlah sumur aktif tercatat sebanyak 100 titik, terdiri atas 96 sumur di Ledok dan empat sumur di Semanggi, dengan total produksi mencapai sekitar 5,226 juta liter minyak mentah.***
Jurnalis : Eko Wicaksono
Editor : Fian
































