KENDAL, Lingkarjateng.id – Peran relawan dalam penanggulangan bencana dinilai semakin penting seiring meningkatnya frekuensi kejadian bencana di wilayah Kabupaten Kendal.
Hingga akhir April 2026, tercatat sebanyak 153 kejadian bencana telah terjadi, mulai dari banjir, tanah longsor hingga cuaca ekstrem.
Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kendal, Ali Sutaryo dalam kegiatan Sosialisasi, Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) Rawan Bencana dengan tema Peran Relawan dalam Penanggulangan Bencana Tahun 2026 yang digelar di Aula Kantor BPBD, Selasa, 19 Mei 2026 sore.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan narasumber Ketua Komisi D DPRD Kendal, Dedy Ashari Styawan bersama Wakil Ketua Komisi D, Sulistyo Ari Bowo, BPBD Provinsi Jawa Tengah, Wahjoedi Fadjar, dan Ketua Forum Relawan Penanggulangan Bencana Kabupaten Kendal, Teguh Udianto.
Menurut Ali, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan kapasitas dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana.
“Pelaksanaan kegiatan ini merupakan salah satu bentuk implementasi pemerintah daerah untuk bersama-bersama meningkatkan kapasitas dan pengetahuan dalam kesiapsiagaan penanggulangan bencana,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa tren kejadian bencana di daerah menunjukkan peningkatan dari tahun ke tahun. Sehingga, kata dia, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dibutuhkan dalam setiap tahapan penanggulangan bencana, baik pra, saat, hingga pasca-bencana.
“Relawan selalu hadir di garda terdepan dengan mengorbankan waktu, tenaga, bahkan nyawa demi membantu sesama tanpa mengharapkan imbalan,” bebernya.
Ia menjelaskan, pada fase pra-bencana, relawan berperan memberikan edukasi, mitigasi dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Saat kondisi tanggap darurat, relawan bergerak cepat melakukan evakuasi, mendirikan posko hingga memberikan pertolongan pertama.
“Sementara pada tahap pemulihan, relawan membantu proses rehabilitasi agar masyarakat dapat kembali pulih dari dampak bencana,” tambahnya.
Ali juga menegaskan kolaborasi bersama relawan, DPRD, BPBD Provinsi Jawa Tengah serta seluruh pihak dinilai menjadi kunci dalam membangun ketangguhan daerah menghadapi berbagai potensi bencana.
“Harapannya melalui sosialisasi ini mampu memperkuat sinergi dan meningkatkan kesadaran masyarakat sehingga tercipta Kabupaten Kendal yang semakin tangguh menghadapi bencana,” harap Ali.
Sementara Ketua Komisi D DPRD Kendal, Dedy Ashari Styawan menyampaikan bahwa peran relawan sangat penting, sehingga perlu adanya pembekalan agar mereka semakin tanggap saat ada potensi bencana di suatu wilayah.
“Jadi ketika terjadi bencana sudah tanggap baik pada saat pra hingga pasca bencana sesuai tugas dan fungsinya serta menjalin komunikasi yang jelas dengan OPD terkait,” pesannya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar





























