REMBANG, Lingkarjateng.id – Bantuan sapi kurban dari Presiden RI Prabowo Subianto untuk warga Kabupaten Rembang tahun ini menjadi perhatian masyarakat. Selain memiliki ukuran jumbo dengan bobot lebih dari 1 ton, harga sapi tersebut juga mencapai Rp113 juta.
Sapi kurban presiden itu berasal dari Desa Meteseh, Kecamatan Kaliori, dan rencananya akan disembelih di Masjid Al-Hidayah Desa Kemendung sesuai arahan Bupati Rembang.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, mengatakan proses pembelian sapi bantuan presiden telah selesai dan kini tinggal menunggu pelaksanaan kurban saat Idul Adha.
“Alhamdulillah sudah deal di harga Rp113 juta. Sapi dari Meteseh Kaliori yang insya Allah akan dikurbankan di Masjid Al-Hidayah Desa Kemendung,” ujarnya Selasa, 19 Mei 2026.
Menurut Agus, kondisi kesehatan sapi dipastikan aman dan layak kurban. Saat ini hewan tersebut masih dirawat oleh pemilik sebelum nantinya dikirim ke lokasi penyembelihan pada H-1 Idul Adha.
“Secara teknis kesehatan hewan tidak ada kendala. Nanti H-1 hari raya akan dibawa ke lokasi kegiatan kurban,” katanya.
Tak hanya menyiapkan hewan kurban, Pemkab Rembang bersama tim kesejahteraan rakyat dan takmir masjid juga mulai mempersiapkan lokasi penyembelihan agar proses kurban berjalan lancar.
Sapi bantuan Presiden Prabowo ini memiliki ukuran yang tergolong luar biasa. Dari hasil penimbangan terakhir, bobotnya mencapai lebih dari 1 ton sehingga menjadi salah satu sapi kurban terbesar di Rembang tahun ini.
“Berat terakhir ditimbang sekitar 1 ton lebih,” jelas Agus.
Ia menyebut bantuan sapi kurban presiden untuk Rembang bukan hal baru meskipun tidak diterima setiap tahun.
“Dua tahun sekali sepertinya. Ini jarak dua tahun,” imbuhnya.
Agus menilai Kabupaten Rembang sebenarnya memiliki potensi besar di sektor peternakan sapi. Program inseminasi buatan (IB) yang berjalan baik membuat kualitas bakalan sapi asal Rembang cukup unggul.
Namun, keterbatasan pakan membuat banyak pedet atau anak sapi usia muda dijual ke luar daerah untuk dibesarkan.
“Kalau memang ada yang konsentrasi di penggemukan, sapi-sapi kita bisa maksimal,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Sekar
































