KENDAL, Lingkarjateng.id – Bupati Kendal, Dyah Kartika Permanasari, resmi membuka kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun Anggaran 2026 di Lapangan Desa Bringinsari, Kecamatan Sukorejo, Rabu 22 April 2026.
Program TMMD tersebut akan berlangsung selama 30 hari, mulai 22 April hingga 21 Mei 2026, dengan sasaran kegiatan fisik dan non fisik. Kegiatan ini menjadi upaya sinergis antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mendorong percepatan pembangunan di wilayah pedesaan.
Upacara pembukaan turut dihadiri Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan, Pj Sekda Kendal Agus Dwi Lestari, Kepala Dispermasdes Kendal Yanuar Fatoni, jajaran kepala OPD, camat, kepala desa, serta warga setempat.
Pembukaan TMMD ditandai dengan penyerahan alat kerja secara simbolis kepada perwakilan Satgas TMMD serta pemukulan kentongan oleh Bupati Kendal.
Dalam sambutannya, Bupati Tika menegaskan tema “TMMD, Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” mencerminkan bahwa program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, tetapi juga wujud sinergi dan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.
“Saya percaya, kekuatan sejati bangsa ini lahir dari keikhlasan rakyatnya dalam bergotong royong. Di TMMD inilah nilai gotong royong terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.
Ia berharap kolaborasi antara Pemkab Kendal, TNI, dan masyarakat dapat memastikan seluruh sasaran program, baik fisik maupun nonfisik, berjalan lancar dan tepat sasaran.
Bupati Tika juga menyampaikan apresiasi kepada TNI atas sinergi yang telah terjalin serta mengajak masyarakat untuk aktif mendukung seluruh rangkaian kegiatan TMMD.
“Partisipasi masyarakat sangat penting agar program ini dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata,” katanya.
Selain itu, ia menekankan agar kualitas pekerjaan fisik menjadi prioritas sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat.
“Semoga kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Kendal, Kodim 0715/Kendal, dan masyarakat semakin erat serta mampu menciptakan kondisi wilayah yang aman dan harmonis,” tandasnya.
Sementara itu, Dandim 0715/Kendal Letkol Inf Bagus Setyawan menjelaskan bahwa TMMD Sengkuyung Tahap II memiliki dua sasaran utama, yakni sasaran fisik berupa pembangunan jalan rabat beton serta sasaran nonfisik seperti sosialisasi wawasan kebangsaan, gotong royong, dan layanan administrasi kependudukan.
Ia mengungkapkan bahwa sasaran fisik TMMD Sengkuyung di Desa Bringinsari berupa pembangunan jalan rabat beton sepanjang 700 meter, dengan lebar 3 meter dan ketebalan 12 sentimeter.
Menurutnya, Desa Bringinsari dipilih sebagai lokasi TMMD karena masih membutuhkan peningkatan infrastruktur, khususnya jalan desa yang kondisinya rusak dan menghambat mobilitas warga.
“Dengan pembangunan rabat beton melalui TMMD ini, diharapkan akses antar desa menjadi lebih lancar. Waktu tempuh yang sebelumnya sekitar 40 menit bisa dipangkas menjadi sekitar 10 menit,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dispermasdes Kendal, Yanuar Fatoni, menyampaikan total anggaran pelaksanaan TMMD Sengkuyung Tahap II Tahun 2026 mencapai Rp360 juta.
Ia menyebut anggaran itu bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp155 juta, APBD Kabupaten Kendal sebesar Rp185 juta, serta swadaya masyarakat sebesar Rp20 juta.
“Adanya TMMD ini paling tidak bisa mempercepat pembangunan desa dengan kondisi keuangan desa yang tidak seperti kemarin,” katanya.
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Rosyid































