PATI, Lingkarjateng.id – Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia Benjamin Paulus Octavianus turun langsung meninjau program Tracing Tuberkulosis di Kabupaten Pati pada Selasa, 21 April 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan penanganan Tuberkulosis (TB) berjalan masif dan menyentuh kelompok berisiko.
Dalam kunjungannya, Wamenkes Benjamin turut didampingi anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto serta Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. Ia juga sempat menyapa langsung sejumlah warga yang mengikuti cek kesehatan gratis di Kantor Desa Kutoharjo, Kecamatan Pati.
Wamenkes Benjamin mengungkapkan Indonesia menempati peringkat kedua kasus TB tertinggi di dunia. Oleh sebab itu pemerintah pusat terus berupaya melakukan tracing tuberkulosis untuk menekan kasus dan menyembuhkan pasien TB.
Utamanya di Kabupaten Pati, ia menyebut terdapat 2.658 kasus TB yang terdata pada 2025. Menurutnya, keluarga pasien memiliki risiko tinggi tertular penyakit ini.
“Ini dilakukan cek kesehatan gratis salah satunya melakukan foto rontgen kepada keluarga-keluarga TB takutnya sudah tertular. Kita kejar kalau yang belum sakit dikasih obat pencegahan, yang sakit diobati,” ungkapnya menjawab pertanyaan wartawan.
Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah turut memberikan perhatian terhadap keluarga pasien penderita TB dengan menyediakan rangkaian cek kesehatan gratis berupa cek tekanan darah, kadar asam urat, hingga terapi pencegahan TB.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga menyiapkan laboratorium dahak dan laboratorium rontgen di 120 lokasi di Kabupaten Pati. Jika diperlukan, Wamenkes menyebut rumah pasien TB tidak mampu juga bakal direnovasi agar memiliki sirkulasi udara yang baik.
Sementara itu, Plt Bupati Pati Risma Ardhi Chandra berkomitmen melakukan pendataan ulang pasien TB pada tahun ini dengan target waktu 10 hari. Nantinya hasil pendataan ini bakal dilaporkan ke Kementerian Kesehatan.
“Dari 2.658 pasien tadi, kita akan data ulang dan akan kita selesaikan dalam waktu 10 hari, nanti akan kami laporkan ke Pak Wamen pasiennya termasuk keluarga pasiennya, nanti akan kami screening ulang lagi, dan tahun ini kita cek apakah ada tambahan pasien,” ungkapnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Sekar






























