Pekalongan (lingkarjateng.id) – Pemerintah Kabupaten Pekalongan menjadikan empat kecamatan yakni Kecamatan Talun, Sragi, Kedungwuni, dan Tirto sebagai pilot project pada 2026 karena telah memenuhi indikator sebagai “Kecamatan Berdaya”.
Hal itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, usai mengikuti rapat koordinasi Kecamatan Berdaya Provinsi Jawa Tengah di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Kamis (16/4/2026).
Rapat koordinasi tersebut dipimpin Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, didampingi Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, serta dihadiri para kepala daerah, jajaran pemerintah provinsi, hingga para camat.
“Penilaian Kecamatan Berdaya didasarkan pada sejumlah indikator, di antaranya perlindungan perempuan dan anak, perlindungan lansia serta penyandang disabilitas, keberadaan Taruna Karya Mandiri, hingga fasilitas Spot Center,” papar Sukirman dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Kamis (16/4).
Menurut Sukirman, aspek perlindungan perempuan dan anak menjadi perhatian utama. Hal ini dinilai sejalan dengan kondisi Kabupaten Pekalongan yang menunjukkan tren penurunan angka stunting.
Ia menegaskan peran camat sangat strategis dalam menggerakkan program hingga ke tingkat masyarakat.
“Di sini peran para camat sangat luar biasa di tingkat bawah dalam mengkondisikan warganya. Tadi pesan-pesan Pak Gubernur sudah sangat jelas, kita harus bahu-membahu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, kecamatan lain di Kabupaten Pekalongan saat ini masih dalam tahap pemenuhan indikator dan menunggu penetapan melalui Surat Keputusan (SK).
Pemkab Pekalongan berharap atas capaian tersebut wilayah lain seperti Paninggaran dan Wonopringgo dapat segera menyusul menjadi Kecamatan Berdaya.
“Harapannya tentu sesuai imbauan Pak Gubernur, dari empat kecamatan ini akan terus berkembang ke wilayah lain, karena ini hanya soal administrasi saja,” pungkasnya.***
Jurnalis : Fahri Akbar
Editor : Fian

































