SEMARANG, Lingkarjateng.id – Hujan deras yang mengguyur Kota Semarang pada Minggu, 12 April 2026, memicu terjadinya tanah longsor di wilayah Kecamatan Ngaliyan. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 12.30 WIB di Jalan Candi Sewu, Kelurahan Bambankerep.
Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P. Martanto, menyebutkan longsor dipicu kondisi tanah yang labil akibat intensitas hujan tinggi.
“Penyebab utama karena hujan deras yang mengakibatkan tanah menjadi labil dan terjadi longsoran,” jelasnya.
Ia menjelaskan material longsoran menyebabkan pondasi dan tembok berukuran sekitar 10 x 20 meter roboh hingga menimpa rumah milik warga, Bu Admo. Meski demikian, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp15 juta.
Pasca kejadian, warga bersama aparat setempat langsung melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait, seperti BPBD, Dinas Pekerjaan Umum, serta unsur kelurahan dan kecamatan. Tim Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kota Semarang juga diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan awal.
Langkah cepat yang dilakukan meliputi asesmen dan pendataan di lapangan, dokumentasi, koordinasi lintas instansi, hingga penyaluran bantuan darurat bagi warga terdampak.
“Kami BPBD Kota Semarang juga terus melakukan monitoring kondisi wilayah,” tuturnya.
BPBD mencatat pemantauan dilakukan di seluruh wilayah, mencakup 177 kelurahan dan 16 kecamatan di Kota Semarang. Berdasarkan pantauan visual, kondisi cuaca pada Minggu sore masih berawan disertai hujan.
Selain di Ngaliyan, Endro mengungkapkan kejadian serupa juga terjadi di wilayah Pakintelan, Kecamatan Gunungpati, dan saat ini masih dalam proses penanganan.
“Selain Ngaliyan, longsor juga terjadi di Pakintelan, Kecamatan Gunung Pati, saat ini masih on proses,” ujarnya.
BPBD mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama banjir dan tanah longsor, yang rawan terjadi saat curah hujan tinggi.
“Masyarakat diharapkan dapat mengenali potensi risiko di lingkungannya dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait jika ditemukan tanda-tanda bahaya,” pungkasnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid






























