Magelang (lingkarjateng.id) – Gugur dalam tugas perdamaian dunia di Lebanon, Jenazah Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Giri Dharmoloyo II Cawang, Magelang, Minggu (5/4) pagi ini. Pemakaman dilakukan secara militer.
Sekitar pukul 09.00 WIB, peti jenazah dengan dibalut bendera Merah Putih tiba di TMP Giri Dharmoloyo II Cawang Magelang. Upacara pemakaman secara militer ini dipimpin langsung Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita.
Dalam prosesi pemakaman Serta Anumerta Ichwan ini sempat dibawakan riwayat singkatnya. Untuk jabatan terakhir sebagai bintara kesehatan Kodam IX/Udayana. Almarhum dilahirkan di Magelang, 12 Mei 2000 putera dari almarhum Isyadi dan Yaniah. Selain itu, almarhum meninggalkan satu orang istri dan satu anak.
Sementara itu, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita membacakan apel persada.
“Saya Wakil Panglima TNI, atas nama negara dan TNI dengan ini mempersembahkan kepada persada Ibu Pertiwi jiwa raga dan jasa-jasa almarhum. Nama Muhammad Nur Ichwan, pangkat Sersan Kepala Anumerta NRP 21190093690500. Jabatan terakhir bintara kesehatan Kodam IX/Udayana,” kata Tandyo saat membacakan apel persada di TMP Giri Dharmoloyo II Cawang Magelang, Minggu (5/4/2026).
“Yang telah meninggal demi kepentingan keluhuran negara dan bangsa. Pada hari Senin tanggal 30 Maret 2026 di Lebanon karena gugur dalam tugas perdamaian dunia. Semoga jalan dharma bakti yang ditempuhnya dapat menjadi suri teladan bagi kita semua. Dan arwahnya mendapat tempat yang semestinya di alam baka,” sambungnya.
Setelah prosesi pemakaman selesai, saat dilakukan tabur bunga yang dilakukan keluarga. Untuk itu, tabur bunga dilakukan istri almarhum, Hanadita. Ia yang awalnya saat tabur bunga dengan posisi berdiri. Namun ia tak kuat menahan tangis hingga akhirnya jongkok saat tabur bunga.
Bahkan setelah prosesi pemakaman usai, Hanadita bersama keluarga kembali berdoa di atas pusara. Hanadita terlihat berulang kali menaburkan bunga sambil memegang foto dan pusara almarhum suaminya.
Saat itu, terlihat berulang kali mengusap air mata saat berada di pusara almarhum suaminya. Demikian hanya ibu dari Serka Anumerta Ichwan, Yeniah dan adiknya lakinya, Muhammad Fitrian Afif Efendi (16), tak kuat menahan tangis di pusara.
Di lokasi yang sama, Sekretaris Cabang LVRI Kabupaten/Kota Magelang M. Asofari menyampaikan duka mendalam atas gugurnya almarhum. Ia mengatakan almarhum telah menjalankan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian dunia di wilayah Lebanon Selatan.
“Kami turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas gugurnya saudara kita Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan. Pengabdian beliau menjadi motivasi bagi kita semua, untuk terus menumbuhkan jiwa nasionalisme dan semangat menjaga perdamaian dunia,” katanya.
Menurut dia, keikutsertaan Indonesia dalam misi perdamaian dunia merupakan amanat konstitusi sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Dasar 1945, yakni ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial.***
Editor : Fian



























