DEMAK, Lingkarjateng.id – Pasca libur lebaran, ratusan warga memadati kantor pelayanan permohonan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) Polres Demak, Senin, 30 Maret 2026. Lonjakan pemohon terjadi sejak pagi hari dan terus meningkat hingga siang.
Sejak pagi, halaman kantor pelayanan sudah dipenuhi warga yang datang silih berganti. Antrean tampak menumpuk di depan pintu masuk, bahkan ke luar area pelayanan.
Suasana terlihat padat, warga berdiri berdesak-desakan bahkan rela berpanas-panasan. Sejumlah warga juga memilih duduk di teras dan tangga gedung, sementara lainnya mencari tempat teduh di bawah pepohonan di sekitar lokasi.
Tak sedikit pula yang tetap bertahan dalam barisan antrean meski harus berpanas-panasan dalam waktu lama.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lonjakan terjadi akibat banyaknya warga yang mengurus pengambilan SKCK, terutama yang sebelumnya telah mendaftar secara online. Hingga pukul 11.30 WIB, ratusan warga masih terlihat menunggu giliran.
Lonjakan pemohon ini didominasi oleh warga yang hendak melamar pekerjaan, sehingga kebutuhan SKCK meningkat dalam waktu bersamaan.
Salah seorang pemohon, Lilik Wijayanti. Ia rela melakukan perjalanan jauh dari Mranggen untuk mengambil SKCK yang dibuat melalui online. Ia juga mengaku tidak tahu kalau akan terjadi antrean panjang dan harus berdesak-desakan saat mengantre pengambilan SKCK.
“Kendalanya antrean pengambilan sangat banyak. Saya kira tidak terlalu ramai, ternyata membludak. Harapannya ada fasilitas yang lebih memadai supaya antrean lebih nyaman, tidak berdesak-desakan dan kepanasan,” ujar Lilik saat ditemui di lokasi.
Ia menambahkan, pengurusan dilakukan di Polres karena pendaftaran dilakukan secara online.
“Saya bikin baru lewat online, pengambilannya di Polres. Saya sudah antre sejak pukul 08.30 WIB. SKCK ini untuk keperluan melamar kerja,” imbuhnya.
Hal senada disampaikan Ayu Dewi, warga lainnya, yang mengaku harus mengantre lebih dari tiga jam.
“Alhamdulillah sudah dapat, tapi tadi antre dari jam 08.00 WIB, panas-panasan dan berdesak-desakan,” katanya.
Warga berharap pihak kepolisian dapat menambah fasilitas pendukung, seperti tempat duduk, area tunggu yang lebih luas, serta peneduh agar masyarakat tidak kepanasan saat mengantre.
Selain itu, mereka juga menginginkan adanya perbaikan sistem pelayanan, khususnya bagi pemohon online, agar proses pengambilan bisa lebih cepat dan tidak menumpuk dalam satu waktu.
Dengan adanya peningkatan fasilitas dan sistem yang lebih tertata, warga berharap antrean panjang seperti ini dapat diminimalisasi, sehingga pelayanan menjadi lebih nyaman dan efisien.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid































