PATI, Lingkarjateng.id – Warga Desa/Kecamatan Kayen protes jalan rusak sebelah barat RSUD dengan menanami pohon pisang di kubangan lebar dan tergenang air.
Salah satu warga setempat, Sujarwanto mengatakan kerusakan jalan ini berakibat pada penurunan omzet pedagang yang berada di sekitar kawasan tersebut.
Selain itu, kerusakan jalan ditambah musim penghujan juga sering menyebabkan kecelakaan.
“Permintaan masyarakat ya diperbaiki karena rusaknya sudah parah. Orang malas lewat sini, pedagang sepi. Motor habis dicuci lewat sini kotor lagi. Sering orang jatuh, ngerem mendadak,” kata Sujarwanto, Senin 30 Maret 2026.
Warga berharap akses menuju RSUD dan Alun-alun Kayen itu segera diperbaiki.
Dikonfirmasi terpisah, Kabid Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUTR) Pati, Hasto Utomo menyampaikan jalan ini sudah masuk dalam rencana perbaikan 2026 ini. Rinciannya, panjang 330 meter dengan konstruksi cor beton.
Akan tetapi, kata dia, dikarenakan belum adanya atensi dari KPK sampai saat ini pihaknya belum bisa melakukan perbaikan.
“Ruas jalan kantor Kawedanan-Kota Kayen sudah dialokasikan 2026 ini (anggaran) Rp 1,25 miliar dengan konstruksi beton. Perencanaan sudah jadi, tinggal menunggu perintah pak Plt Bupati untuk ditenderkan. Semoga April ini bisa segera dimulai,” jawab Hasto.
Jika nantinya KPK telah melakukan asistensi, Hasto berharap Plt Bupati bisa segera mendelegasikan surat perintah pekerjaan agar jalan bisa segera diperbaiki.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network
Editor: Sekar S

































