PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pekalongan, Sukirman, menemukan kekurangan fasilitas dasar saat meninjau SDN 1 Wonosari, Kecamatan Siwalan, Selasa, 17 Maret 2026. Temuan itu didapat di sela agenda pengecekan progres pengaspalan jalan ruas Sragi–Pait.
Didampingi kepala sekolah, Sukirman mendapati bahwa SD tersebut belum memiliki ruang kantor khusus bagi kepala sekolah maupun guru. Untuk sementara, aktivitas administrasi masih memanfaatkan ruang perpustakaan.
“Ini tanpa sengaja kami temukan saat cek jalan. Ternyata ada SD kita yakni SD 1 Wonosari, yang belum punya ruang kantor untuk kepala sekolah maupun guru-gurunya. Saat ini masih menginduk ke perpustakaan,” ujar Sukirman.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak ideal karena berpotensi mengganggu kegiatan literasi siswa. Penggunaan ruang perpustakaan secara bersamaan dinilai dapat mengurangi kenyamanan siswa dalam membaca dan belajar.
Ia menegaskan, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut melalui pengecekan lanjutan. Selain itu, bangunan yang ada juga dinilai sudah tidak layak dan membutuhkan penanganan serius.
“Ini temuan baru, insyaallah nanti akan kita cek dan segera kita tindaklanjuti. Memang sudah tidak layak, sudah saatnya untuk direhab ataupun dibentuk bangunan yang baru.” tegasnya.
Sukirman berharap perbaikan fasilitas tersebut nantinya dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman bagi siswa, sekaligus mendukung kinerja guru dan kepala sekolah dalam menjalankan tugasnya.
“Nanti anak-anak biar nyaman, terus bapak ibu guru, kepala sekolah biar ngantor dengan enak juga. Kan mereka nanti bisa berpikir, berkreasi lebih banyak,” pungkasnya.
Plt Kepala SDN1 Wonosari, Andi Suharjono, berharap temuan tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Ia menyampaikan apresiasi atas kunjungan langsung Plt Bupati Pekalongan ke sekolahnya.
“Kami berharap kekurangan fasilitas di SD Negeri 1 Wonosari ini mendapat tanggapan positif dari Bapak Plt Bupati Pekalongan. Kami juga mengucapkan terima kasih atas perhatian yang diberikan, semoga dapat segera terealisasi untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan di sekolah kami,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pekalongan, Kholid, menyampaikan bahwa SDN 1 Wonosari direncanakan akan digabung dengan SDN 2 Wonosari pada tahun ajaran baru 2026.
Menurutnya, kebijakan tersebut menjadi salah satu pertimbangan pemerintah daerah dalam menunda rencana rehabilitasi bangunan sekolah pada tahun ini.
“Sekolah tersebut rencananya pada tahun ajaran baru 2026 akan di-merger dengan SD Negeri Wonosari 2 yang lokasinya bersebelahan,” jelas Kholid.
Ia menuturkan, penggabungan sekolah dilakukan sebagai bagian dari upaya efisiensi, baik dari sisi pembangunan, ketersediaan tenaga pendidik, maupun efektivitas proses pembelajaran.
“Terkait kekurangan guru, salah satu opsi yang kami pertimbangkan adalah menggabungkan beberapa sekolah dalam satu desa yang lokasinya berdekatan, tanpa mengganggu proses pembelajaran anak-anak maupun masyarakat. Langkah ini juga bagian dari upaya efisiensi, baik dari sisi pembangunan, ketersediaan guru, maupun aspek lainnya,” imbuhnya.
Kholid menambahkan, masih banyak sekolah lain yang lebih membutuhkan perbaikan fasilitas. Oleh karena itu, pihaknya memilih untuk memprioritaskan anggaran pada sekolah yang belum masuk dalam rencana penggabungan.
“Makanya tahun ini belum kita masukkan untuk pembangunan, karena kalau nanti di-merger jadi mubazir. Masih banyak sekolah lain yang membutuhkan,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid































