SEMARANG, Lingkarjateng.id – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, menginstruksikan seluruh kepala daerah tidak meninggalkan wilayahnya selama libur lebaran 2026.
Instruksi tersebut sebagaimana Surat Edaran (SE) Mendagri Nomor 000.2.3/1171/SJ pada 8 Maret 2026 tentang Penundaan Perjalanan ke Luar Negeri selama libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah. Seluruh kepala daerah harus selalu siap dan terus memantau kondusivitas di wilayah masing-masing.
“Saya ingatkan H-7 dan H+7 untuk tetap berada di wilayah, sesuai surat edaran Mendagri,” kata Gubernur Jateng pada Senin, 9 Maret 2026.
Gubernur Jateng meminta kepada bupati dan wali kota di wilayahnya untuk mencermati baik-baik surat edaran tersebut dan mematuhinya.
Menjelang arus mudik lebaran, Gubernur Jateng menekankan pengamanan dan pelayanan mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan masyarakat. Seluruh bupati dan wali kota beserta forkopimda sudah dikumpulkan untuk memantapkan persiapan di masing-masing daerah.
“Diprediksi tahun ini ada sekitar 17.300.000 pemudik akan masuk tumplek blek ke wilayah Jawa Tengah,” ucapnya.
Gubernur Jatang sudah melakukan rapat koordinasi lintas sektoral bersama bupati dan walikota beserta forkopimda se-Jawa Tengah di gedung Gradhika Bhakti Praja Semarang, pada Senin, 9 Maret 2026.
Rakor turut dihadiri Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen, Sekda Jateng Sumarno, beserta Forkopimda Jateng. Dalam rakor tersebut juga dibahas kesiapan masing-masing sektor, di antaranya kesiapan sarana prasarana, ketersediaan bahan pokok penting, hingga mitigasi wilayah rawan bencana dan langkah antisipasinya.
Langkah-langkah yang sudah dilakukan oleh Pemprov Jateng meliputi pelaksanaan Posko Terpadu patroli mobile di lokasi rawan macet, pemasangan rambu portable, Pemasangan 10 titik CCTV tambahan, pelaksanaan mudik dan balik rantau gratis. Di samping itu juga ada rampcheck kendaraan angkutan umum di 23 terminal tipe B, serta menyiapkan jalur-jalur alternatif.
Kemudian untuk perbaikan jalan berlubang serta pemasangan rambu lalu lintas dan penerangan jalan terus dikebut dalam beberapa waktu terakhir. Sebab, kecepatan penanganan sangat diperlukan untuk memastikan setiap jalan mulus tidak ada lubang. Dengan begitu, masyarakat bisa menggunakan jalan tersebut dengan lancar.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network





























