KENDAL, Lingkarjateng.id – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) di Desa Gedong, Kecamatan Patean, Kabupaten Kendal juga merambah ke bidang pendidikan.
Personel TNI mengenalkan pembelajaran matematika menggunakan metode Gasing (gampang, asyik, dan menyenangkan) kepada para pelajar di SD Negeri 03 Gedong pada Senin 23 Februari 2026.
Suasana belajar terlihat interaktif. Para siswa tampak antusias mengikuti setiap instruksi yang diberikan anggota TNI. Dengan pendekatan yang komunikatif, materi seperti penjumlahan, pengurangan, hingga perkalian dapat dipahami lebih cepat oleh para siswa.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kendal, Yanuar Fatoni, menyampaikan bahwa metode Gasing dalam pembelajaran matematika memberikan pengalaman baru bagi siswa.
“Harapan kami dengan terselenggaranya kegiatan ini maka anak-anak bisa mengenal dan menyukai pelajaran matematika sejak kecil. Karena dengan menyukai matematika yang selama ini dianggap sebagai mata pelajaran paling sulit, maka generasi yang akan datang bisa menjadi generasi yang mampu menguasai ilmu pengetahuan dari berbagai lini dan menjadi generasi emas,” ujarnya.
Personel Kodim 0715/Kendal, Kapten Kav Rangga Ganapati, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sasaran nonfisik TMMD, yakni meningkatkan kualitas sumber daya manusia di wilayah pedesaan.
Menurutnya, melalui pendidikan matematika metode Gasing, anak-anak diajak memahami matematika dengan cara yang lebih sederhana dan menyenangkan.
“Kita mengajarkan matematika melalui metode Gasing. Yang tadinya matematika itu sulit tapi kita ajarkan dengan metode yang gampang, mudah dan menyenangkan bagi anak-anak. Kita sisipkan kuis, tanya jawab yang membuat anak-anak lebih mudah memahami,” katanya.
Salah satu murid kelas 3, Afifah, mengaku senang bisa belajar matematika dengan metode Gasing. Menurutnya hal ini merupakan pengalaman yang tak terlupakan dimana mereka diajari cara menghitung yang mudah oleh para anggota TNI.
“Senang diajarin Matematika dengan metode Gasing oleh Bapak Tentara. Caranya lebih mudah dan menyenangkan,” kata Afifah.
Sebagai informasi, program TMMD Reguler menyasar kegiatan fisik dan nonfisik. Kegiatan fisik diantaranya, pembangunan jalan rabat beton, rehab mushola Al-Hidayah, rehab poskamling, pengembangan jaringan air bersih, program jambanisasi, peningkatan kualitas RTLH, rehab jembatan serta kegiatan padat karya pembersihan saluran irigasi.
Kemudian kegiatan non fisik, seperti pemberian bantuan sosial, perpustakaan keliling, anjangsana, penyuluhan, pembinaan UMKM dan lain sebagainya. (Adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Ulfa






























