DEMAK, Lingkarjateng.id – Warga Desa Timbulsloko, Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, kini bisa bernapas lega lantaran bantuan rumah apung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) sudah bisa ditempati.
Penerima bantuan, Muslim (50), mengaku senang dengan adanya bantuan tersebut. Ia mengungkapkan sejak beberapa tahun terakhir, rumahnya selalu menjadi langganan renovasi kecil akibat terendam rob.
“Alhamdulillah, bantuan rumah apung dari Pak Gubernur Ahmad Luthfi sudah selesai dan bisa ditempati,” katanya, Selasa, 7 Oktober 2025.
Muslim menceritakan, sudah lebih dari 10 tahun dirinya dan keluarganya hidup dalam kepungan air pasang yang memaksanya selalu merenovasi rumah.
“Sudah berkali-kali meninggikan rumah, tapi tiap tahun pasti terendam lagi,” katanya.
Muslim yang kesehariannya mencari kerang mengaku pendapatannya hanya mampu untuk bertahan hidup.
“Ya, kerja mencari kerang paling sehari dapat Rp30 ribu sampai Rp50 ribu, habis buat biaya hidup,” ucapnya.
Namun, dengan adanya bantuan rumah apung, dia mengaku bisa hidup jauh lebih tenang. Selain bebas dari rob, uang yang biasa buat renovasi rumah lamanya, bisa ditabung dan untuk biaya sekolah anak.
“Alhamdulillah sekarang bisa menabung, dan juga bisa membiayai anak sekolah,” katanya.
Warga lain, Romani, juga bersyukur atas bantuan pembangunan rumah apung ini. Menurutnya, rumah tersebut jauh lebih nyaman untuk dihuni.
“Lebih nyaman di rumah apung. Kalau rumah yang lama sudah separuh kena rob. Jadi harus menunduk kalau di dalam rumah,” tuturnya.
Dia mengungkapkan, keberadaan rumah apung ini membuat kedua anaknya nyaman untuk belajar di rumah.
“Tinggal bersama istri dan anak. Anak dua, satu masih TK, dan satunya SD kelas enam. Sekarang Alhamdulillah nyaman belajar di rumah,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Provinsi Jawa Tengah, Boedyo Dharmawan, menyampaikan bantuan pembangunan rumah apung merupakan salah satu program Pemprov Jateng untuk memberikan solusi kepada warga yang terdampak rob dan berpenghasilan rendah.
Menurutnya, pada tahap pertama bantuan ini ada tiga rumah apung di Desa Timbulsloko dan kini pembangunannya sudah selesai.
“Untuk penanganan dampak banjir rob di Sayung, ada berupa pembangunan rumah apung dan juga relokasi. Rumah apung ada tiga unit, dan relokasi juga tiga unit,” ujarnya.
Dia juga memastikan bantuan ini akan terus berlanjut dan diharapkan dapat menyasar total 111 kepala keluarga (KK) atau rumah yang terdata di Desa Timbulsloko.
“Setelah tiga unit rampung, ke depan ada 17 warga yang tercatat mendapat bantuan di tahap selanjutnya. Harapan kami bisa 100 persen dapat bantuan, tapi tentu melalui komunikasi dan koordinasi baik penerima maupun stakeholder,” ujarnya.
Jurnalis: M. Burhanuddin Aslam
Editor: Rosyid
































