PATI, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati bakal membangun 4 Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) baru demi menarik dana investasi pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST).
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan, Persampahan dan Pertamanan, Dinas Lingkar Hidup (DLH) Kabupaten Pati, Henri Setiawan, mengatakan, pembangunan UPTD Persampahan menjadi salah satu syarat untuk mendapatkan dana sebesar Rp 120 miliar Pemerintah Pusat.
Rencananya, pembangunan UPTD tersebut bakal dilaksanakan pada 2025. Adapun lokasinya yaitu di Pati bagian selatan, Pati bagian timur, Pati kota dan Tempat Pengolahan Akhir (TPA) Margorejo.
“Jadi proposal kita mengajukan ke pusat di 2026 sudah terealisasi, karena disana masuk didalam short list-nya RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), bahwa Pati itu di 2026 akan dibangun TPST dengan dana kurang lebih kalau dana hibah luar negeri Rp 120 miliar,” ungkapnya baru-baru ini.
Selian mengandalkan dana Pemerintah Pusat, rencana pembangunan TPST juga dilakukan dengan cara menarik investasi dari perusahaan seperti PT Semen Gresik dan Bank BRI. Selasa, 15 Juli 2025 mendatang, pihak BRI akan melaksanakan penilaian terhadap rencana investasi yang telah diajukan.
“Kita sudah bekerjasama, surat kesanggupan off taker-nya, dari semen gresik saya sudah punya MOU-nya (kelanjutan briket) saya ketemu dengan investor kurang lebih 15 orang,” jelas Henri.
Ketika rencana pembangunan TPST direalisasikan, Pemkab Pati akan memiliki fasilitas pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan. Sehingga, masalah TPA Margorejo yang overload dapat teratasi.
“TPST nanti sama seperti pabrik RDF (Refuse Derived Fuel). Sampah akan dirubah menjadi briket,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Sekar S































