GROBOGAN, Lingkarjateng.id – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) menyalurkan bantuan berupa 13.625 kilogram (kg) benih padi kepada para petani di Kabupaten Grobogan yang sebelumnya mengalami kerusakan lahan akibat banjir. Bantuan ini berasal dari Kementerian Pertanian dan menyasar 16 kelompok tani dengan total lahan terdampak seluas 545 hektare.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, di Desa Sukorejo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan, pada Kamis, 3 Juli 2025.
Menurutnya, penanganan dampak banjir ini merupakan hasil kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan juga dukungan dari Bank Indonesia.
Ia menyebut Kabupaten Grobogan menyumbang kontribusi sebesar 10 persen terhadap produksi pangan di Jawa Tengah. Oleh karena itu, pihaknya meminta agar lahan pertanian di Grobogan terus dijaga di tengah maraknya alih fungsi lahan.
“Lahan pertanian yang sudah masuk rencana tata ruang wilayah (RTRW) harus kita pertahankan. Tidak boleh dialihfungsikan,” tegasnya.
Ia menyoroti tantangan ke depan yang semakin kompleks, mulai dari perubahan iklim hingga alih fungsi lahan, yang berpotensi mengganggu produktivitas pertanian.
“Panjenengan (petani) semua merupakan pahlawan pangan Indonesia. Maka menjaga lahan dan hasil panen merupakan bagian dari perjuangan kita bersama,” ujarnya.
Bupati Grobogan, Setyo Hadi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa banjir yang terjadi pada Mei 2025 lalu telah merusak 373 hektare sawah dan 15 hektare tanaman tembakau di Tegowanu.
Padi yang masih berumur muda, sekitar 25–30 hari, gagal panen alias puso. Selain itu, sebanyak 439 rumah warga juga terdampak.
“Titik jebol di Sungai Renggong sudah selesai diperbaiki, sedangkan sejumlah tanggul kritis lainnya masih dalam proses,” kata Setyo Hadi.
Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Grobogan merupakan wilayah pertanian terbesar kedua di Jawa Tengah dengan luas lahan mencapai 124.000 hektare. Komoditas utama yang dihasilkan antara lain padi, jagung, kedelai, bawang merah, pisang, tebu, dan tembakau.
Ia menambahkan bahwa bantuan yang disalurkan Pemprov Jateng bukan hanya bentuk dukungan, tapi juga menjadi dorongan nyata bagi petani untuk bangkit dan memperkuat ketahanan pangan di wilayahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, menyebut bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya strategis nasional untuk menjaga produksi pangan.
“Swasembada pangan adalah bagian dari Asta Cita Presiden Prabowo. Grobogan dan Demak jadi titik penting untuk penguatan produksi pertanian,” ujarnya.
Selain benih padi, bantuan tambahan juga diberikan, berupa mesin pompa air dan alat transplanter dari Bank Indonesia untuk Kelompok Tani Ngudi Raharjo dan Ngudi Mulyo I, serta 28 unit rumah burung hantu (rubuha) yang berfungsi sebagai sarana pengendalian hama alami di lahan pertanian.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Rosyid






























