KABUPATEN SEMARANG, Lingkarjateng.id – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang memetakan wilayah rawan kekeringan dalam menghadapi musim kemarau 2026.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, mengungkapkan ada sejumlah daerah rawan kekeringan di daerahnya.
“Diantaranya ada di beberapa desa di wilayah Kecamatan Bancak itu ada yang rawan terjadi kekeringan seperti Desa Plumutan di Kecamatan Bancak. Kemudian di Kecamatan Ungaran Timur ada Desa Mluweh dan Desa Kalikayen, serta wilayah Kalongan di Ungaran Timur yang juga rawan terjadi bencana kekeringan,” ungkapnya pada Kamis, 25 Juni 2026.
Kemudian di Desa Batur, Kecamatan Getasan juga masuk daerah rawan kekeringan meskipun posisi geografisnya berada di wilayah pengunungan tepatnya di lereng Gunung Merbabu.
“Ada beberapa dusun di Desa Batur, Getasan yang setiap tahun selalu kami dropping air bersih karena di saat musim kemarau sumber air yang ada di Desa Batur ini semakin berkurang,” terangnya.
Kekeringan di Desa Batur, kata Ngesti, terjadi karena debit air di sumber mata air setempat mengalami penurungan hingga 60 persen.
“Apalagi kalau ada kejadian kebakaran hutan di Gunung Merbabu sudah jelas debit air akan semakin turun. Ada juga di beberapa desa lain di Getasan yang mengandalkan air dari sumber air sumur bor ini juga kerap terjadi kekeringan karena sumber airnya itu debitnya berkurang di saat kemarau. Jadi perlu dilakukan dropping air,” paparnya.
Selain itu, wilayah Kecamatan Tuntang, Kecamatan Bringin, Kecamatan Bancak, hingga Kecamatan Suruh, dan Pabelan juga berpotensi terjadi kekeringan saat kemarau.
“Biasanya wilayah-wilayah pinggiran ini sering kekurangan pasokan air bersih, sehingga kami lakukan dropping air bersih sehingga kita siapkan anggaran khusus untuk memasok air bersih bagi masyarakat,” jelasnya.
Ngesti menyebut Pemkab Semarang telah mengalokasikan anggaran untuk mengantisipasi penanganan kekeringan yakni anggaran belanja tidak terduga (BTT) serta penyediaan air bersih.
“Khusus BTT anggaran yang khusus penyediaan air bersih ini kami peruntukan mengatasi bencana kekeringan yang ada di BPBD ini kami siapkan untuk pengadaan bantuan air bersih,” ujarnya.
Pemkab Semarang juga menggandeng Baznas dan Palang Merah Indonesia (PMI) untuk penanganan dampak kemarau.
“Sehingga dalam mengatasi kekeringan ini kami bersama-sama, bergotong royong dalam rangka untuk membantu masyarakat yang betul-betul membutuhkan bantuan secepatnya dalam hal ini bencana kekeringan,” terangnya.
Jurnalis: Hesty Imaniar
Editor: Ulfa































