SALATIGA, Lingkarjateng.id – Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, mendorong mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga untuk menguasai teknologi digital, mulai dari kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), blockchain, hingga robotika.
Menurut Wapres Gibran, pengenalan teknologi sejak dini penting dilakukan agar generasi muda mampu bersaing di tengah transformasi global yang kian cepat.
“Kita masih punya waktu untuk mengenalkan ini. AI, blockchain, robotik, ekonomi digital, kita ingin mengenalkan ini sedini mungkin, termasuk coding. Kita ingin anak-anak muda punya critical thinking, problem solving, dan berpikir komputasional,” ujarnya dalam talkshow bertajuk “Arah Baru Pembangunan Nasional” yang digelar di Balairung UKSW, Senin, 26 Januari 2026.
Gibran menilai penguatan infrastruktur digital menjadi kunci utama agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga pelaku utama dalam ekosistem digital global.
“Kita harus perkuat infrastrukturnya. Jangan lagi ada blank spot untuk 4G maupun 5G. Infrastruktur SDM juga harus kita tingkatkan. Karena itu kita gencar bicara AI dan blockchain. Kita punya bonus demografi yang luar biasa, itu aset yang harus dimanfaatkan,” katanya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi digital saat ini telah diterapkan dalam berbagai layanan publik, mulai dari perizinan hingga pengadaan barang dan jasa.
“Sekarang untuk pelayanan publik ada OSS (Online Single Submission), e-Katalog, dan sebentar lagi Cortax. Semuanya menggunakan teknologi terkini untuk mempermudah masyarakat. Sebenarnya AI ini sudah ada dalam kehidupan kita sehari-hari, kita kadang belum sadar saja,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Gibran menegaskan bahwa percepatan pembangunan Papua, penyelesaian IKN, serta penguatan transformasi digital merupakan satu kesatuan agenda pembangunan nasional.
“Seluruh langkah tersebut, sejalan dengan visi dan misi Presiden Prabowo Subianto untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang maju, berdaulat, dan berkeadilan,” tegasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa

































