KENDAL, Lingkarjateng.id – Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Kendal melakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Pegadaian dan Bank Sampah Induk (BSI) Kendal, yang digelar di kantor Disdukcapil, Jumat 24 April 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi langkah strategis dalam meningkatkan layanan adminduk, tetapi juga memiliki makna simbolis dalam rangka peringatan Hari Kartini dan Hari Bumi 2026.
Kepala Disdukcapil Kendal, Ratna Mustikaningsih mengatakan, kerja sama ini berupaya menghadirkan inovasi pelayanan yang lebih dekat, mudah, dan terintegrasi dengan berbagai sektor.
Menurutnya, integrasi lintas sektor akan memberikan nilai tambah, tidak hanya dari sisi kemudahan layanan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
“Disdukcapil Kendal ingin mengembangkan ekosistem adminduk. Sehingga yang ikut mengedukasi, mensosialisasikan adminduk kepada masyarakat itu banyak. Diantaranya Pegadaian dan BSI,” terang Ratna.
Ia menyebut, kolaborasi dengan Pegadaian ini dapat membuka akses layanan administrasi kependudukan yang terhubung dengan sektor keuangan, terutama dalam memanfaatkan Identitas Kependudukan Digital (IKD).
“Misalnya di Pegadaian, ketika nasabah datang nanti ada edukasi terkait pemanfaatan IKD, kemudian contohnya mereka nabung dapat gratis administrasi pembukaan tabungan. Jadi saling bersinergi dimana IKD itu termanfaatkan dengan mendapatkan fasilitas khusus dari Pegadaian,” ungkapnya.
Sementara sinergi dengan Bank Sampah Induk Kendal diarahkan untuk mendorong kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan lingkungan berbasis data kependudukan.
“Kita mencoba berkolaborasi dengan BSI, saling mengedukasi masyarakat terkait pentingnya kebersihan lingkungan, pentingnya adminduk. Kemudian data kami bisa dipakai oleh BSI untuk membuat segmen-segmen khusus berkaitan dengan edukasi lingkungan,” tambah Ratna.
Pihaknya berharap melalui kolaborasi ini pengembangan ekosistem adminduk akan semakin kuat dan mampu menjangkau lebih banyak masyarakat, sekaligus mendorong terciptanya layanan publik yang inovatif dan ramah lingkungan.
“Output yang kami harapkan adalah semakin banyak masyarakat yang teredukasi, tersosialisasi, kepemilikan adminduk meningkat, updating data adminduk juga meningkat. Dan kami juga tidak ketinggalan dengan isu-isu yang saat ini, misalnya lingkungan, emas dan lain sebagainya,” harapnya.
Perwakilan Pegadaian Kendal, Sri Rejeki menjelaskan, transaksi yang dilakukan di Pegadaian berbasis menggunakan IKD.
“Transaksi di Pegadaian basisnya menggunakan IKD. Nah IKD ini sangat membantu mempercepat di lingkup kami. Sebelumnya kami masih menggunakan yang manual, dengan adanya IKD ini mempercepat layanan kami. Kalau untuk nasabah juga lebih memudahkan apalagi saat mereka membawa fisiknya sudah ada IKD di HP mereka,” katanya.
Sementara Ketua Bank Sampah Induk Kendal, Nunuk Sarah Zenubia menyampaikan, selain edukasi pilah sampah, dalam kolaborasi ini pihaknya akan menggerakan para relawan untuk mensosialisasikan adminduk kepada masyarakat.
“Kita tahu juga Kendal itu darurat sampah, dan melalui kerjasama ini kita akan menggerakkan relawan untuk memberikan edukasi pilah sampah dari rumah sekaligus edukasi adminduk,” katanya.
Kemudian, BSI akan memanfaatkan data adminduk menjadi target sasaran sosialisasi pilah sampah.
“Di Kendal itu kan sudah 80 persen masyarakat sadar adminduk. Dan kita targetkan minimal 20 persen dari data adminduk itu untuk sosialisasi gratis, sehingga dapat terjadi perubahan perilaku ke arah lebih baik. Yaitu masyarakat mau pilah sampah dari rumah dan sadar adminduk,” pungkasnya. (adv)
Jurnalis: Anik Kustiani
Editor: Sekar
































