SALATIGA, Lingkarjateng.id – Target pendapatan daerah Kota Salatiga 2026 terancam tidak tercapai. Hingga akhir September, realisasi pendapatan baru Rp705,79 miliar atau 79,39 persen dari target APBD Perubahan sebesar Rp888,96 miliar.
Dengan demikian, Pemkot Salatiga masih harus mengejar Rp183,17 miliar hingga akhir tahun.
Kepala BPKPD Kota Salatiga, Agung Hindratmiko mengatakan realisasi hingga akhir Oktober masih dalam proses verifikasi. Sementara itu, pendapatan daerah hingga akhir 2026 diproyeksikan mencapai Rp860 miliar hingga Rp875 miliar atau 96,7-98,4 persen dari target.
“Secara keseluruhan, target pendapatan daerah cukup menantang, namun upaya pencapaian tetap dilakukan melalui percepatan penerimaan dan optimalisasi seluruh potensi pendapatan,” ujarnya, Selasa, 20 Oktober 2026.
Ia mengungkapkan, salah satu tantangan berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hingga September, realisasi PAD mencapai Rp252,01 miliar atau 74,67 persen dari target Rp337,50 miliar.
“Retribusi daerah menjadi sektor yang perlu mendapat perhatian. Realisasinya baru Rp122,31 miliar atau 67,26 persen dari target Rp181,84 miliar. Artinya, masih ada Rp59,53 miliar yang harus dikejar,” terangnya.
Sementara itu, pajak daerah telah mencapai Rp98,80 miliar atau 81,70 persen dari target Rp120,94 miliar. Hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan juga telah memenuhi target Rp23,12 miliar, sedangkan lain-lain PAD yang sah baru mencapai 66,89 persen.
Agung menyebut sejumlah layanan belum beroperasi maksimal dan kepatuhan pembayaran retribusi masih perlu ditingkatkan. Pengawasan serta penyetoran pendapatan oleh perangkat daerah pengampu juga perlu diperkuat.
Untuk menggenjot penerimaan, BPKPD menyiapkan intensifikasi penagihan tunggakan, pemutakhiran data wajib pajak, pengawasan retribusi parkir dan pasar, serta perluasan pembayaran non-tunai melalui QRIS.
Di sisi lain, BPKPD memproyeksikan PAD mencapai sekitar Rp338 miliar atau 100,15 persen dari target. Optimisme tersebut ditopang penerimaan pajak daerah, dividen BUMD yang telah mencapai target, dan upaya optimalisasi retribusi.
“Meski target PAD diperkirakan tercapai, pendapatan daerah secara keseluruhan masih berpotensi kurang Rp13,96 miliar hingga Rp28,96 miliar dari target APBD Perubahan 2026,” pungkasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Sekar






























