REMBANG, Lingkarjateng.id – Belajar tak harus selalu di dalam kelas. Puluhan siswa Madrasah Lansia ‘Aisyiyah (MLA) Kabupaten Pati merasakan pengalaman berbeda saat mengikuti outing class di Pantai Wates, Kabupaten Rembang, Sabtu, 18 Juli 2026.
Suasana pantai yang sejuk dipilih sebagai ruang belajar terbuka agar para lansia dapat menikmati pembelajaran dengan lebih rileks dan menyenangkan. Sejak pagi, para peserta mengikuti kajian keagamaan, senam lansia, hingga berbagai permainan yang membangun semangat dan kebersamaan.
Kepala Madrasah Lansia ‘Aisyiyah Pati, Hj. Lintal Muna, menjelaskan bahwa kegiatan di alam terbuka ini tetap mengusung tiga materi utama yang menjadi ciri khas pembelajaran di MLA.
“Untuk materi ada tiga. Yang inti adalah kajian ayat tentang kekuasaan Allah dan bagaimana cara mencintai Allah,” ujarnya di sela kegiatan.
Selain memperkuat spiritualitas, para peserta juga diajak mengikuti senam lansia untuk menjaga kebugaran tubuh.
“Harapannya badan lansia tetap sehat, kuat, semangat, ceria, dan bahagia dunia akhirat. Kalau badannya sehat, dalam ibadah juga bisa lebih semangat daripada lansia yang sakit,” tambahnya.
Materi ketiga dikemas melalui permainan dan ice breaking. Menurut Lintal Muna, aktivitas tersebut bukan sekadar hiburan, tetapi menjadi sarana menjaga kesehatan mental para lansia agar tetap ceria dan tidak mudah jenuh.
“Kalau biasanya pembelajaran di dalam kelas, sekarang kita buat di luar ruangan. Dengan berbagai permainan, harapannya mereka semakin bersemangat saat kembali mengikuti pembelajaran di kelas,” katanya.
Program Madrasah Lansia merupakan salah satu program unggulan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah (PDA) Kabupaten Pati.
Ketua PDA Kabupaten Pati, Tjahjani Hasana, berharap keberadaan MLA terus berkembang dan memberi manfaat bagi masyarakat.
“Madrasah lansia ini berbeda dengan sekolah lansia pada umumnya. Kami memberikan lebih banyak materi keagamaan, disertai ilmu-ilmu umum, serta pembinaan fisik dan mental melalui senam maupun kegiatan outbound,” jelasnya.
Menurutnya, metode belajar sengaja dibuat menyenangkan agar tidak membebani peserta yang sebagian besar telah memasuki usia senja.
“Kami lebih banyak mengajak siswa berdiskusi dan memberikan ilmu-ilmu yang aplikatif. Teori tetap penting, tetapi praktik lebih utama. Tujuannya adalah menjemput husnul khatimah,” tuturnya.
Keceriaan semakin terasa saat makan siang bersama. Iringan lagu yang dibawakan pengurus MLA membuat suasana semakin hangat. Beberapa peserta pun ikut bernyanyi, menikmati semilir angin Pantai Wates sambil mempererat kebersamaan.
Bagi para peserta, Madrasah Lansia bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga ruang untuk menemukan kebahagiaan di usia senja.
Endang Cahyani (73), salah seorang peserta, mengaku bersyukur bisa mengikuti kegiatan tersebut.
“Ikut Madrasah Lansia isinya hanya senang, juga dapat pelajaran yang bermanfaat untuk dibawa ke akhirat nanti,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan peserta lainnya, Kasni. Ia mengaku memperoleh banyak manfaat sejak bergabung di MLA.
“Saya suka di Madrasah Lansia Kabupaten Pati. Alhamdulillah dapat banyak teman, tambah ilmu. Insya Allah nanti kita bawa untuk dunia dan akhirat,” ungkapnya.
Madrasah Lansia ‘Aisyiyah Pati saat ini juga membuka pendaftaran peserta baru. Masyarakat yang berminat dapat menghubungi pengurus melalui WhatsApp di nomor 0853-2522-1013 atau 0812-2517-725.
Jurnalis: Lingkar Network































