BLORA, Lingkarjateng.id – Setelah sengkarut bersama petani tebu akibat rusaknya mesin. Pabrik Gula Gendhis Multi Manis (PG GMM) menegaskan komitmennya dalam memastikan tindak lanjut untuk memfasilitasi penyerapan tebu petani di Kabupaten Blora, pada musim giling 2026.
Plt Direktur Utama PT GMM, Sri Emilia, mengatakan sebagai bentuk transparansi dan tanggung jawab kepada petani tebu, BULOG bersama PT GMM tidak tinggal diam dan telah menyiapkan langkah konkret untuk menjamin hasil panen petani tetap terserap.
“Solusi yang ditempuh adalah melalui skema pengalihan penyerapan tebu ke pabrik gula lain yang beroperasi dengan harga yang wajar terkait pelaksanaannya akan dibahas melalui FTK (Forum Temu Kemitraan),” ungkap Sri, Rabu, 15 April 2026.
Dirinya menyebut kondisi teknis PT GMM saat ini memang belum memungkinkan untuk melaksanakan proses giling tahun 2026. Sehingga solusi tersebut dapat ditempuh sebagai jalan dari kondisi saat ini.
Dirut Bulog Tanggapi Tuntutan Ribuan Petani Tebu Blora soal Pabrik Gula GMM
Ia melanjutkan, Sementara BULOG sebagai pemegang saham mayoritas PT GMM, sambung Sri, sudah mengajukan hasil kajian perbaikan mesin, untuk mendapatkan persetujuan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat sebagai regulator.
“PT GMM juga memastikan bahwa FKT, nantinya tidak hanya menjadi ruang komunikasi, tetapi juga menghasilkan langkah operasional yang jelas dan dapat langsung diimplementasikan (diterapkan) di lapangan,” katanya.
Tagih Janji Bulog Perbaiki Mesin Giling Pabrik Gula, Massa Petani Tebu Blora Gelar Aksi Demo
Dengan langkah ini, tambah Sri, PT GMM berharap situasi yang sudah berjalan kondusif dapat terus dijaga bersama-sama, baik masyarakat maupun petani tebu.
“(Langkah ini) sekaligus memastikan bahwa kepentingan petani tetap menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan yang diambil,” harapnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Sekar






























