Batang (lingkarjateng.id) – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Batang memberikan edukasi antinarkoba bagi para pelajar melalui program jelajah ruang mengenalkan tugas, fasilitas, serta berbagai alat peraga terkait pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
Kepala Tim Rehabilitasi BNN Batang Ardhi Yusuf Rahmawan mengatakan pihaknya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi pelajar maupun mahasiswa yang ingin mempelajari atau meneliti metode BNN dalam upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba.
“Tidak hanya melihat diorama dan alat peraga, siswa juga mendapatkan edukasi mengenai tugas masing-masing tim di BNN dalam mendukung pemberantasan penyalahgunaan narkoba,” kata dia.
“Kami juga memperlihatkan replika berbagai jenis narkoba agar mereka memiliki gambaran yang lebih jelas,” imbuh Ardhi.
Menurut Ardhi, edukasi tersebut penting untuk memberikan pemahaman kepada pelajar mengenai tugas dan kewenangan BNN dalam menangani kasus penyalahgunaan narkoba.
Ia mengatakan program Motivasi Edukasi Generasi Anti-Narkoba (MEGA) dikembangkan dengan memberikan kesempatan kepada siswa untuk melihat secara langsung berbagai alat peraga yang berkaitan dengan bahaya narkoba serta metode pencegahannya.
“Respons para pelajar sangat positif karena bagi mereka kegiatan ini merupakan pengalaman baru. Mereka diajak melihat secara langsung berbagai aktivitas dan fasilitas yang dimiliki BNN Batang,” katanya.
Sebelumnya, BNN Kabupaten Batang juga menerima kunjungan dari sejumlah lembaga pendidikan lain, antara lain SMP Negeri 6 Batang dan Madrasah Aliyah Negeri Batang.
Ia mengatakan edukasi secara langsung tersebut menjadi salah satu inovasi dalam menyosialisasikan pencegahan penyalahgunaan narkoba, khususnya bagi kalangan pelajar yang rentan menjadi sasaran penyalahgunaan zat terlarang.
“Melalui edukasi langsung ini, diharapkan mereka memperoleh pemahaman yang lebih baik dan menyebarkan informasi itu kepada teman-temannya agar tidak terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun obat keras seperti tramadol dan hexymer,” katanya.
Untuk diketahui sepanjang tahun 2025, BNNK Batang bersama BNN Provinsi Jawa Tengah mengungkap lima kasus tindak pidana narkotika dengan 11 tersangka. ***
Editor : Redaksi































