SEMARANG, Lingkarjateng.id – Dinas Perikanan Kota Semarang meningkatkan produksi ikan budi daya dengan mencanangkan program Semarang Urban Fishery Integrated Smart and Holistic (SUNFISH).
Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto, mengatakan program SUNFISH itu dilatarbelakangi tingginya perbandingan tingkat konsumsi ikan dengan produksi ikan yang terpaut jauh.
“Jadi tahun 2025 kemarin hasil produksi ikan di Kota Semarang hanya sekitar 7,2 ton. Tetapi kebutuhan yang dikonsumsi warga ternyata mencapai 44 ton,” ujar Soenarto saat ditemui di Balai Kota Semarang, Selasa, 28 Juli 2026 petang.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan besar bagi Dinas Perikanan untuk meningkatkan produksi ikan. Namun, upaya tersebut jga terkendala semakin menyusutnya lahan budi daya akibat penurunan muka tanah di kawasan pesisir.
“Kami berupaya menggenjot bagaimana menghasilkan produksi ikan demi mencukupi kebutuhan warga Kota Semarang. Tetapi kami juga memiliki kendala kondisi lapangan yang diperparah penurunan muka tanah sehingga pembudi daya kehilangan lahannya,” terangnya.
Melalui SUNFISH, Dinas Perikanan mendorong pengembangan budi daya ikan di kawasan perkotaan dengan memanfaatkan lahan-lahan sempit.
Program ini akan memfokuskan budi daya pada komoditas lele dan nila yang dinilai cocok dikembangkan di lingkungan permukiman.
“Walaupun tidak ada lahan yang cukup luas, bagaimana lahan-lahan sempit di perkotaan tetap bisa didorong untuk budi daya perikanan. Salah satu branding-nya nanti adalah lele dan nila,” jelasnya.
Dinas Perikanan juga membentuk Kampung Buleni (Budidaya Lele dan Nila) serta mengembangkan Balai Benih Ikan (BBI) menjadi pusat edukasi budi daya perikanan bagi masyarakat.
Selain meningkatkan produksi, SUNFISH juga diarahkan untuk menarik minat generasi muda agar terjun ke sektor perikanan yang saat ini didominasi pembudi daya berusia di atas 45 tahun.
“Kami ingin generasi muda tertarik ke sektor perikanan. Selama ini ada anggapan perikanan itu susah dan kotor. Karena itu kami tambahkan sentuhan teknologi seperti pemberian pakan otomatis melalui IoT dan AI agar lebih menarik,” tandas Soenarto.
Sebagai proyek percontohan, Dinas Perikanan telah mengembangkan Kampung Buleni Siroto di Kecamatan Gunungpati yang menjadi kawasan budidaya terpadu, mulai dari pemijahan, pembesaran, pengolahan hasil hingga pemasaran produk perikanan.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Ulfa


































