SEMARANG, Lingkarjateng.id – Warga Kota Semarang sempat digegerkan dengan penemuan mayat seorang pria di Reservoir Siranda, Kecamatan Gajahmungkur, pada Sabtu, 16 Agustus 2025 lalu.
Berdasarkan informasi yang diperoleh, identitas korban diketahui bernama Dion Kusuma Pratama (21), seorang pemuda asal Tlogosari Kulon, Kecamatan Pedurungan.
Sebelum ditemukan meninggal dunia, Dion sempat dilaporkan hilang oleh keluarganya sejak 29 Juli 2025. Saat ditemukan, korban dalam kondisi mengambang serta masih mengenakan pakaian lengkap beserta sepatunya.
Kasatreskrim Polrestabes Semarang, AKBP Andika Dharma Sena, menjelaskan laporan kehilangan korban masuk pada 30 Juli 2025. Pihak keluarga membuat laporan hilangnya Dion karena tak kunjung pulang ke rumah.
“Dari laporan itu, kami lakukan penyelidikan, ternyata korban sempat mendatangi salah satu tempat hiburan malam di Jalan Diponegoro,” kata AKBP Andika pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Dari hasil penelusuran, AKBP Andika menyebut pada malam kejadian korban dalam pengaruh alkohol. Kondisi itu membuat langkahnya tidak terkendali dan berjalan sempoyongan.
Selain itu, korban sempat terlibat perkelahian di depan lokasi hiburan malam. Namun, kejadian itu bisa diredam setelah dilerai oleh pihak keamanan setempat.
“Setelah itu kami mendalami rekaman CCTV di sekitar Reservoir Siranda, hasilnya korban terlihat sempat dibonceng oleh seseorang, lalu diturunkan di dekat reservoir,” katanya.
Lebih lanjut, AKBP Andika menyampaikan bahwa korban sempat tertidur di pinggir jalan, kemudian berusaha memanjat pagar rumah warga di sekitar reservoir sebelum akhirnya hilang dari pantauan kamera.
“Dari CCTV, korban terlihat berjalan dan memanjat sendiri. Namun apakah ada pihak lain yang terlibat hingga menyebabkan korban masuk ke reservoir, itu yang masih kami dalami,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Moedal Semarang Yudi Indarto, mengatakan bahwa layanan air bersih tetap aman. Dia menegaskan reservoir Siranda sejak Maret 2025 sudah tidak difungsikan sebagai bagian dari distribusi harian.
“Saya ingin tegaskan, layanan air bersih di Semarang, khususnya Simpang Lima dan sekitarnya, tetap berjalan normal tanpa kendala,” ujarnya.
Menurut Yudi, Reservoir Siranda saat ini hanya difungsikan sebagai cadangan atau backup sistem manakala terjadi gangguan luar biasa. Sumber utama air bersih untuk pelanggan berasal dari Instalasi Pengolahan Air Tirta Gajahmungkur.
“Instalasi itu berada di dekat rumah dinas Gubernur Jateng, dengan elevasi lebih tinggi 25 meter dari reservoir Siranda,” katanya.
Yudi juga memastikan kabar yang beredar di media sosial tentang air PDAM yang tercemar mayat tidak benar.
Fakta lain yang menguatkan, saat korban ditemukan, ketinggian air reservoir hanya sekitar 1,5 sampai 2 meter. Padahal, jika difungsikan normal, air di reservoir harusnya berada pada ketinggian lima meter.
“Saya pastikan tidak ada pelanggan yang menggunakan air dari reservoir itu. Jadi isu warga minum air rendaman mayat sama sekali tidak benar,” katanya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid































