PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pekalongan, Sukirman, mewacanakan pemberian jaminan sosial ketenagakerjaan bagi wartawan yang bertugas di Kabupaten Pekalongan.
Gagasan tersebut menjadi salah satu poin pembahasan dalam forum silaturahmi bersama insan pers sebagai upaya memperkuat kemitraan sekaligus meningkatkan perlindungan bagi pekerja media.
Wacana itu disampaikan Sukirman saat menghadiri kegiatan Ngopi Bareng Plt. Bupati Pekalongan bersama Forum Lintas Wartawan se-Kabupaten Pekalongan di Kecamatan Wiradesa, Kabupaten Pekalongan, Selasa, 21 Juli 2026.
Selain membahas penguatan sinergi, forum tersebut juga menjadi ruang dialog mengenai keterbukaan informasi publik dan peningkatan kesejahteraan wartawan.
Sukirman mengatakan, pertemuan tersebut merupakan agenda rutin untuk menjaga komunikasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan insan pers.
“Ada beberapa kesepakatan. Tentu saja yang pertama adalah mengawal bersama-sama Pemerintah Kabupaten Pekalongan, baik dari sisi pemberitaan maupun sosialisasi. Karena kami memang juga membutuhkan sosialisasi program-program pemerintah kepada masyarakat,” kata Sukirman.
Menurutnya, pemerintah daerah tengah mengkaji sejumlah bentuk dukungan yang dapat diberikan kepada wartawan, termasuk mendorong terbentuknya paguyuban yang lebih terorganisasi serta skema kerja sama yang lebih konkret.
Salah satu usulan yang menjadi perhatian adalah pemberian perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi wartawan di Kabupaten Pekalongan.
“Nah, ini poin penting yang akan coba kami perjuangkan, agar konco-konco wartawan ini sama seperti stakeholder lainnya yang memang dibutuhkan oleh Pemerintah Kabupaten Pekalongan. Ada mudin, nelayan, tukang panggul, tukang ojek, ojek online, dan seterusnya. Nah, sekarang tinggal kita pikirkan bagaimana wartawan nanti juga bisa memperoleh BPJS Ketenagakerjaan,” ujar Sukirman.
Dalam kesempatan itu, Sukirman juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk tetap terbuka dalam memberikan informasi yang menjadi konsumsi publik.
“Bilamana memang informasi itu untuk konsumsi publik, pasti akan kami sampaikan. Tetapi apabila informasi tersebut kalau dipublikasikan justru tidak baik efeknya, tentu perlu didiskusikan bersama dan ada kesepakatan bersama. Karena tidak semua informasi itu baik jika langsung disampaikan ke publik,” tegasnya.
Ia menambahkan, Pemerintah Kabupaten Pekalongan siap memfasilitasi seluruh organisasi maupun paguyuban wartawan agar dapat berkembang dan menjalankan perannya secara optimal.
“Yang penting semuanya berkembang, semuanya hidup, berdinamika, dan berekspresi. Tugas kami adalah memfasilitasi semuanya,” imbuh Sukirman.
Sementara itu, panitia kegiatan, Jamin, mengatakan forum tersebut digelar untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah daerah dan insan pers sekaligus mengoptimalkan penyebarluasan informasi mengenai program pembangunan kepada masyarakat.
“Tujuannya satu, bagaimana ke depan Kabupaten Pekalongan bisa lebih berkembang. Potensi-potensi yang ada bisa diangkat oleh teman-teman media. Tentunya tanpa mengurangi independensi media. Karena bagaimanapun juga kita harus tetap independen,” kata Jamin.
“Kita adalah mitra strategis pemerintah daerah, dan sinergi yang selama ini sudah berjalan baik akan terus kita tingkatkan supaya lebih baik lagi,” pungkasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid
































