SALATIGA, Lingkarjateng.id – Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono menargetkan inventarisasi, pembangunan hingga penataan ekosistem bisnis Koperasi Desa Merah Putih dapat selesai pada Maret atau April 2026.
Menurut Menkop Ferry, jumlah lahan yang masuk dalam Sistem Informasi Koperasi Desa telah mencapai 34.000 bidang. Dari total tersebut, sekitar 17.000–18.000 bidang dalam proses pembangunan, sementara 27.000–28.000 bidang lain sudah masuk tahap persiapan pembangunan.
“Totalnya sudah 27 ribuan. Saya yakin Desember nanti bisa dua kali lipat, baik data tanah maupun lokasi yang dibangun,” ujarnya di acara sharing session Program Koperasi Merah Putih di Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga, Selasa, 2 Desember 2025.
Ferry mengatakan percepatan program Kopdes Merah Putih penting untuk memastikan manfaat koperasi dirasakan langsung oleh masyarakat desa.
Meski begitu, Ferry mengakui penyempurnaan model bisnis koperasi membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, terutama perguruan tinggi. Kehadiran kampus dinilai mampu memperkuat perencanaan, inovasi, dan digitalisasi koperasi desa.
“Koperasi ini adalah entitas bisnis yang harus untung dan memberi manfaat luas. Kampus sangat diperlukan untuk menyempurnakan model pengembangan bisnisnya,” jelasnya.
Ferry juga menyoroti pentingnya sinkronisasi antara pembangunan fisik dan digitalisasi sistem. Ia meminta agar transformasi digital di koperasi tidak berjalan terlalu cepat tanpa diimbangi kesiapan sektor riil.
“Digitalnya jangan terlalu maju kalau aktivitas bisnisnya belum berjalan. Harus seiring,” tegasnya.
Jurnalis: Angga Rosa
Editor: Ulfa





























