Kudus (lingkarjateng.id) – Ratusan warga dari berbagai kalangan, mulai anak-anak hingga orang dewasa, memadati Desa Kaliputu, Kecamatan Kota Kudus, untuk mengikuti tradisi Kirab Jenang Tebokan.
Puncak acara ditandai dengan perebutan gunungan jenang yang menjadi simbol rasa syukur masyarakat setempat. Tradisi tahunan tersebut kembali menjadi daya tarik yang mampu menyedot perhatian warga dari berbagai wilayah.
Ketua Panitia Kirab Jenang Tebokan, Aris Pramono, mengatakan pelaksanaan tahun ini sedikit berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya terdapat lomba kreasi gunungan jenang, tahun ini kegiatan tersebut ditiadakan karena adanya efisiensi anggaran.
“Berbeda dari tahun sebelumnya, tahun ini tidak ada lombanya,” ujarnya.
Meski demikian, panitia tetap menghadirkan gunungan jenang dengan ukuran yang lebih besar. Gunungan tersebut dibuat menggunakan sekitar 50 kilogram jenang dan dikerjakan oleh lima hingga enam perajin jenang yang melibatkan pelaku UMKM setempat.
“Porsinya lebih besar dari tahun sebelumnya, melibatkan UMKM untuk membuatnya,” katanya.
Aris menjelaskan, Kirab Jenang Tebokan memiliki filosofi sebagai bentuk rasa syukur masyarakat atas nikmat dan rezeki yang telah diberikan Tuhan Yang Maha Esa. Tradisi tersebut juga menjadi upaya melestarikan budaya sekaligus mengenalkan jenang sebagai produk khas Kudus.
Sementara itu, Kepala Desa Kaliputu, Widiyo Pramono, mengatakan tema yang diusung pada pelaksanaan tahun ini kembali mengadopsi konsep awal saat tradisi kirab pertama kali digelar. “Konsep kirab ini kembali ke masa awal diadakannya kirab,” ujarnya.
Widiyo mengaku terkejut tingginya antusiasme masyarakat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, jumlah warga yang memadati lokasi kirab melebihi perkiraan panitia. “Saya juga kaget melihat antusiasme warga yang tinggi,” katanya.
Ia berharap tradisi Kirab Jenang Tebokan dapat terus dilestarikan dan memberikan manfaat bagi masyarakat, baik dari sisi budaya maupun ekonomi. “Harapannya, dengan diadakannya kirab ini dapat membawa keberkahan dan kesejahteraan bagi warga,” pungkasnya.***
Jurnalis : Ahmad Abror
Editor : Fian


































