PEKALONGAN, Lingkarjateng.id – Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Pekalongan menggelar Pelatihan Dasar Jurnalistik dan Konten Digital bagi Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) serta pegiat media sosial.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 2 Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Rabu, 8 Juli 2026, itu ditujukan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menyajikan informasi yang akurat, edukatif, dan mudah dipahami.
Kepala Dinkominfo Kabupaten Pekalongan, Supriyadi, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat peran KIM sebagai mitra penyebarluasan informasi publik di tengah masyarakat.
“Pelatihan ini kami selenggarakan untuk membekali teman-teman KIM dan pegiat media sosial dengan kemampuan dasar menulis berita serta membuat konten digital yang informatif, akurat, dan mudah dipahami masyarakat,” ujarnya.
Dalam pelatihan tersebut, peserta memperoleh materi dasar jurnalistik yang disampaikan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pekalongan, Triyono. Sementara materi produksi konten video digital diberikan oleh Creative Director PT Bengkel Sinema Indonesia, Andy Prasetyo.
Supriyadi menjelaskan kegiatan tidak berhenti pada sesi penyampaian materi. Menurutnya, Dinkominfo akan memberikan pendampingan lanjutan agar peserta mampu menerapkan keterampilan yang diperoleh di lingkungan maupun komunitas masing-masing.
Ia berharap para peserta dapat menjadi penghubung informasi antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan dengan masyarakat, baik melalui karya jurnalistik maupun konten visual yang diproduksi menggunakan kamera digital maupun telepon genggam.
Supriyadi menilai antusiasme masyarakat terhadap pelatihan tersebut cukup tinggi. Menurutnya, kuota yang dibatasi sebanyak 25 peserta telah terpenuhi hanya sekitar satu jam setelah pendaftaran dibuka, bahkan masih terdapat pendaftar yang belum dapat mengikuti kegiatan.
“Kami berharap pelatihan ini menjadi awal lahirnya lebih banyak penyampai informasi yang kompeten dan mampu mendukung keterbukaan informasi publik melalui karya jurnalistik dan konten digital yang berkualitas,” katanya.
Salah seorang peserta, Eko dari Kecamatan Kedungwuni, mengaku mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama mengenai teknik penulisan berita yang dapat diterapkan dalam penyusunan artikel kegiatan sekolah.
“Saya mendapatkan banyak pengetahuan baru, terutama tentang teknik penulisan berita. Materi ini sangat bermanfaat dan nantinya bisa saya terapkan untuk membuat artikel mengenai kegiatan sekolah,” ungkapnya.
Sementara itu, peserta lainnya, Sarkipul dari Kecamatan Tirto, menilai pelatihan tersebut penting untuk memperkuat peran KIM sebagai penghubung informasi antara pemerintah dan masyarakat.
“Kami berharap KIM di setiap kecamatan semakin aktif sehingga mampu menjadi jembatan informasi sekaligus wadah penyampaian aspirasi masyarakat kepada pemerintah,” jelasnya.
Jurnalis: Fahri Akbar
Editor: Rosyid






























